missfioree
Powered by Blogger.
  • Home
  • Kerja Sama
  • Buku
  • Tips

Mengadang Pusaran - Lian Gouw

Mengadang Pusaran adalah kisah kehidupan tiga wanita Tionghoa yang tinggal di Indonesia pada tahun 1930-1952. Ketiga wanita ini adalah Nanna, Carolien, dan Jenny. Cerita dimulai sejak masa pendudukan Belanda, masa penjajahan Jepang, hingga saat Indonesia menyatakan kemerdekaan.

Cerita dibuka dengan Carolien, anak perempuan Nanna, yang memutuskan untuk menikah dengan Po Han. Pernikahan Carolien tidak direstui karena latar belakang keluarga yang berbeda, tetapi dia tetap menikah dengan Po Han dan meninggalkan keluarga. Cerita terus belanjut hingga Carolien memiliki anak yang diberi nama Jenny. Lalu kenyataan hidup menyerang dan Carolien harus memilih antara membesarkan Jenny dengan bantuan keluarganya atau terluntang-lantung bersama Po Han yang berusaha mengejar mimpi menjadi juru potret.

Ulasan 

Ada tiga tokoh utama dalam novel ini. Nanna, sosok yang paling tua dalam keluarga besar para tokoh. Nanna adalah gambaran wanita Tionghoa yang masih sangat memegang adat dan budaya. Meski demikian, dia tetap menerima ketika anaknya tidak mengikuti keinginannya. Carolien adalah tokoh yang tumbuh ketika Belanda tengah berkuasa. Dia hidup dengan budaya Belanda menjadi bagian sehari-hari. Bagi Carolien, Belanda adalah kiblat kehidupan. Terakhir ada Jenny. Jenny besar ketika kekuasaan Belanda mulai lenyap. Dia mengalami masa kanak-kanak ketika Jepang berusaha menduduki wilayah Indonesia. Dia juga mengalami masa peralihan ketika Indonesia merdeka.

Ketiga tokoh utama dalam buku ini hidup dalam masa yang berbeda-beda sehingga memiliki kepribadian dan cara berpikir yang jelas berbeda. Dan penulis berhasil meramu kisah ketiganya dengan sangat padu dalam Mengadang Pusaran.

Pembaca juga akan disuguhi kilasan dan suasana sejarah seiring dengan berjalannya kisah di Mengadang Pusaran. Aku jadi tahu alasan yang membuat perasaan tidak suka terhadap keturunan Tionghoa secara lebih pribadi lewat buku ini. Sebelumnya aku sudah pernah membaca tentang alasan di balik ketidaksukaan ini, tetapi saat membacanya dalam bentuk cerita, menimbulkan perasaan berbeda.

Latar kisah di masa penjajahan ini juga membuatku harap-harap cemas dengan hal yang mungkin terjadi dengan keluarga para tokoh. Terlebih ketika Jepang datang dan muncul usaha-usaha perlawanan. Itu mengingatkanku akan berbagai buku fiksi sejarah lain yang aku baca kubaca dan tidak jarang berakhir menyedihkan. Syukurlah buku ini memiliki akhir yang melegakan. :D

Ketika membaca uraian di belakang sampul buku ini, aku pikir Mengadang Pusaran akan ditulis dengan alur maju-mundur. Namun, ternyata tidak. Kisah ketiga tokoh wanita ini ditulis dengan alur maju. Irama ceritanya sendiri terbilang cepat sehingga membuat pembaca sulit untuk berhenti begitu mulai membaca. Ditambah dengan gaya menulis yang terperinci dan terjemahan yang sangat lugas, novel fiksi sejarah ini sangatlah seru untuk dinikmati.

Aku salut dengan penerjemah buku ini yang berhasil menyuguhkan kisah Nanna, Carolien, dan Jenny dengan sangat baik. Aku nggak merasakan kalau buku ini terjemahan. Meski memang ada beberapa kata bahasa Indonesia yang asing di telinga, secara keseluruhan hawa yang kurasakan ketika membaca buku ini terasa sangat Indonesia.

Sayangnya, buku ini kurang menampilkan perasaan tokoh. Sepanjang membaca aku jadi berpikiran buruk ke tokoh-tokoh yang muncul, seperti ke Po Han dan Lam. Memang tidak terhindarkan sih ya karena tokoh utamanya lebih ke Carolien dan Jenny. Namun, kurangnya ungkapan perasaan mereka juga nggak jarang membuatku sedikit bingung dengan pasang-surut hubungan antar tokoh. Beberapa bagian juga terasa datar karena gejolak perasaan tokoh kurang terasa.

Terakhir, ada banyak hal yang bisa diambil dari Mengadang Pusaran. Mulai dari persoalan membesarkan anak, pasang-surut kehidupan menantu-mertua, keterkaitan antara budaya dan gaya hidup terkini, cuplikan sejarah Indonesia, hingga tentang cita-cita dan cinta. Satu kutipan yang paling aku suka justru disampaikan oleh Po Han, tokoh yang tidak begitu aku suka (meski demikian, dia punya perkembangan watak yang sangat baik sih pada akhirnya).

“Orang yang paling tepat untuk mengurus dirimu adalah dirimu sendiri.” (halaman 385)

 Selamat membaca!

Keterangan Buku
Judul: Mengadang Pusaran
Penulis: Lian Gouw
Penerjemah: Widjati Hartiningtyas
Penyunting: Flora Maharani
Perancang Sampul: Marius Santo
Penerbit: Kanisius
Tebal: 456 halaman
Terbit: 2020
ISBN: 978-979-21-6697-2
Harga: Rp 108.000
Gimana rasanya kalau hidupmu berubah cuma karena kejadian satu malam yang bahkan nggak kamu ingat?

Hidup Harper berubah sejak malam dia tidak sadarkan diri ditemukan tergeletak di tong sampah. Harper tidak ingat dengan jelas apa yang terjadi, yang jelas hidupnya tak sama lagi dan mungkin mati terasa lebih baik. Karena ke mana pun dia melangkah, semua orang tahu foto separuh bugilnya yang tersebar malam itu. Semua orang tahu bahwa Harper diperkosa.

Korban Kekerasan Seksual

Dari blurb kita semua sepertinya sudah tahu bahwa buku ini akan mengangkat kisah korban kekerasaan seksual. Lewat Harper, kita diajak menyelami kehidupan yang berubah begitu banyak karena satu kejadian. Pembaca akan menyaksikan Harper yang anggota debat dan murid berprestasi mulai berubah menjadi Harper yang antisosial. Pembaca juga akan menyaksikan Harper yang berjuang mengatasi mimpi-mimpi buruknya.
"Karena pada akhirnya, satu-satunya yang bisa kita lakukan untuk diri sendiri hanyalah berdamai dengan apa yang terjadi dan melanjutkan hidup." (halaman 218)
Sepanjang membaca buku ini, aku bersyukur banget Harper punya keluarga, teman, dan pacar yang sangat suportif.⁣ Tentu saja nggak semuanya penuh bunga dan pelangi. Karena trauma Harper jelas bukan hal yang mudah dilupakan. Aku nggak bisa bilang paham perasaan Harper, tapi aku juga pernah mengalami pelecehan seksual, jadi ya, aku cukup paham perasaan jijik yang dirasakan Harper pada dirinya.⁣ Rasanya pengen peluk Harper karena aku nggak tahu harus ngapain ketika dia merasa hancur.
⁣
Aku salut banget dengan penulis. Karena aku merasa Harper karakter yang hidup. Dia bukan cuma tokoh 2D, tapi seperti benar-benar korban perkosaan yang berkisah ke pembaca. Termasuk soal stigma sosial soal korban pelecehan seksual yang victim blaming dan bobroknya keadilan.⁣

Aku suka banget cara Winna Efendi mengisahkan Harper yang perlahan berusaha mengatasi traumanya. Nggak instan, dan dia jelas kehilangan banyak hal dalam prosesnya. Tapi justru itu yang bikin kisah Harper believeable.⁣
"Buatku, bekas lika bukan sesuatu yang buruk. Mereka jadi bukti bahwa hal-hal buruk terjadi, tapi kita berhasil melakukannya." (halaman 105)
Novel yang sangat bagus dalam mengangkat kisah korban kekerasan seksual. Komplit banget yang dibahas.⁣

Tentang Persahabatan, Cinta, dan Keluarga

Seperti yang aku tulis di atas, aku bersyukur banget Harper nggak sendirian. Harper punya sahabat yang berusaha hadir untuknya, apalagi di hari pertama Harper memutuskan kembali ke sekolah. Rachel namanya. Mereka telah bersama sejak kecil dan dua sejoli andalan di tim debat. Dan aku suka bagaimana kejadian ini mengubah banyak hal dalam hubungan mereka. Rasanya relateable banget.

Harper juga punya pacar yang super perhatian, Adam. Mereka bertetangga dan mengenal sejak kecil juga. Dia sweet, penuh perhatian, berdedikasi, dan baik. Di beberapa sisi, aku merasa karakter Adam ini too good to be true. Kayaknya ini satu hal yang bikin aku susah naksir Adam. Menjelang konflik akhir pun aku pikir akan ada hal yang mencengangkan, tapi ini buku Winna Efendi dan seperti novel remaja karyanya yang lain, akhirnya tetap hangat.
"Kenapa kau lebih suka aku diam ketimbang berpendapat mengenai segalanya?"
"Karena itu berarti kita tak selalu memerlukan percakapan untuk menikmati keberadaan satu sama lain." (halaman 150)
Untungnya, kisah keluarga Harper ini nggak seindah Adam. Keluarga Harper pun punya masalah sendiri, terlebih malam penuh petaka itu bukan hanya mengubah hidup Harper, tapi juga hidup ayah dan adiknya.

Dengan gaya menulis yang khas Winna, pace cerita yang lambat, pilihan kata yang terasa lembut, dan detail-detail kecil, aku menikmati perjuangan Harper melalui traumanya. Lengkap dengann aspek keluarga yang selalu menimbulkan kehangatan, Scars and Other Beautiful Things merupakan kisah yang sangat wholesome.

Dan aku nggak nyangka akan disuguhi ending yang gitu, jadi kudos untuk penulis! Yang jelas aku lega banget sama akhir kisah Harper karena nggak bikin aku potek kayak buku-buku soal korban kekerasaan seksual lain.

Penutup

Satu hal yang aku sadari ketika menamatkan novel ini adalah sepertinya buku-buku harus mulai mencantumkan trigger warning (meski kalau itu twist cerita emang bisa bikin efek kejut berkurang, tapi maksudku ada hal-hal yang sangat sensitif buat beberapa pembaca jadi aku rasa hal ini perlu). Buku ini salah satunya.

Oya, aku baru tahu kalau buku ini terinspirasi dari kisah nyata, yaitu dari kisah Chanel Miller. Habis menamatkan, aku langsung cari tahu soal sumber inspirasi penulis dan kisahnya sukses bikin aku sedih dan terus juga lega. Semoga korban kekerasaan seksual lain bisa bangkit seperti Chanel Miller. Dan semoga kita bisa ambil bagian mengatasi masyarakat yang victim blaming.

Oya, buku ini udah tersedia di Gramedia DIgital. Aku pun baca di sana. Senang banget karena diunggahnya nggak begitu lama sejak PO. :D

Informasi Buku
Judul: Scars and Other Beautiful Things
Penulis: Winna Efendi
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
Tebal: 296 halaman



Anna alias Ayanna Mollan jadi sebatang kara sejak kecelakaan naas menimpa keluarganya nyaris 10 tahun lalu. Ibu dan saudaranya meninggal dunia. Sedang sang ayah memang masih hidup, tapi jiwanya terjebak pada kecelakaan itu sehingga harus dirawat di rumah sakit jiwa.

Masa lalu ini membuat Anna menjadi pribadi yang getir dan tidak percaya pada cinta. Meski sepanjang hidupnya ada Nolan, pemuda yang sejak pertama mengenal Anna berkata bahwa dia mencintai Anna. Ataupun Joshua, dokter sang ayah yang selalu sabar menghadapi Anna. Sampai akhirnya seorang pria misterius bernama Danny muncul di toko bunga tempat kerja sambilan Anna.

Danny mengubah hidup Anna. Kemunculannya seperti menggerakkan hidup Anna yang 10 tahun lebih stagnan. Dan sejak itulah hidup Anna seperti kembali "bergerak".

Cetak Ulang Debut yang Mengesankan

Sebelum 2020, aku udah pernah dengar soal novel ini sejak pertama kali terbit pas masa Blue Stroberi. Seingatku lomba ini mengusung tema dark romance, entah kisahnya berakhir tidak bahagia atau ada hal kelam yang terjadi. Dan novel ini merupakan salah satu novel dari seri ini yang sering dibicarakan. Sayangnya, saat itu aku belum berkesempatan baca.

Sampai akhirnya novel ini cetak ulang di tahun 2020 dan harus aku akui bahwa kisah Anna ini memang layak mendapat segala sorotan ketika terbit,

Almost 10 Years Ago memang debut yang sangat bagus! Kisahnya solid, gaya berceritanya sangat baik, pilihan katanya indah, latar belakannya berhasil hidup, dan kisahnya sendiri memang sebagus itu.

Pembaca akan diajak untuk mengenal Anna, karena kisah ini ditulis dari sudut pandangnya. Pembaca akan diajak untuk merasakan betapa frustrasi Anna dengan kondisi ayahnya betapa marahnya dia dengan pelaku yang menyebabkan kecelakaan menimpa keluarganya, juga betapa kehadiran Danny mengubah rutinitas hidup Anna. Aku suka banget sama gaya nulisnya.

Oya, latar kisah Anna ini di London. Dan meski aku tahu ini ditulis oleh penulis Indonesia, gaya menulis Trini ini seperti terjemahan. Belum lagi penulis berhasil banget menghidupkan suasana "London" dalam kisah Anna. Salut!

Masa Lalu dan Masa Depan

Sepanjang buku, pembaca akan diajak mengenal Anna dan masa lalunya. Dia harus terus berganti identitas agar sang ayah yang dirawat di rumah sakit mengenalinya. Kecelakaan itu menghancurkan hidup Anna. Namun, dia masih percaya bahwa sang ayah akan bisa sembuh.
"Tapi kau juga tahu bahwa jika ada sesuatu yang mutlak mustahil itu adalah hasil dari tidak pernah mencoba." (halaman 16)
Untungnya Anna punya dua sahabat yang terus menemaninya, Ellie dan Nolan. Nolan sebenarnya sudah lama naksir Anna, sayangnya cintanya tidak berbalas. Namun, sejak awal Nolan muncul, sulit bagi pembaca untuk tidak naksir padanya. Baca saja kalimat yang aku kutip di bawah ini buat bukti:
"Hei, Cewek, kau sudah telanjur menghancurkan hatiku. Kau tidak bisa lagi mematahkan hati yang sudah hancur berkeping-keping." (halaman 47)
Gimana nggak simpati sama tokoh hopeless romantic gini coba? Dan sepanjang buku ini aku diajak untuk terus sebal sama berbagai keputusan Anna, terlebih dia dengan sadar sudah menyia-nyiakan Nolan.

Namun, semakin jauh pun aku semakin sadar bahwa hidup Anna memang terkurung dalam "masa lalu". Sampai Danny muncul dan mengajak Anna untuk keluar dari masa lalu itu. Terdengar akan berakhir bahagia ya? Tunggu dulu, kamu harus ingat bahwa ini buku seri Blue Stroberi. Jadi, ya, seperti hawa yang dibawa judul dan blurb di sampul belakang, novel ini bakal bikin nyesek.

Aku pribadi sangat menikmati kisah Anna yang ditulis Trini. Detail-detail soal London, karakter Nolan (yes aku sesayang itu sama Nolan), dan misteri soal Danny. Meski aku nggak begitu suka dengan akhir yang diberikan karena terasa drama, secara keseluruhan novel ini memuaskan!

Lihat postingan ini di Instagram

Sebuah kiriman dibagikan oleh wardah | books & journal (@missfioree) pada 29 Jul 2020 jam 3:33 PDT


Penutup

Aku sangat-sangat merekomendasikan novel ini buatmu yang suka membaca novel romance yang bikin nyesek. Aku nggak tahu ya apakah versi cetul ini punya akhir yang beda apa nggak, cuma kalau buatku pribadi akhirnya cukup bahagia sehingga sedikit banyak kisah kelamnya ini ditutup dengan happy ending.

Yang jelas, kisah Anna sangat aku rekomendasikan untuk dibaca!

Informasi Buku
Judul: Almost 10 Years Ago
Penulis: Trini
Penerbit: Ice Cube
Terbit: April 2020

 

Zahra, tokoh utama dalam Kaleidoscope of Memories, selalu mimpi hal yang sama berulang kali. Dia selalu memimpikan pemakaman dengan anak kecil menangis. Sesuai dengan yang tertulis dalam blurb buku ini di sampul belakang.
⁣⁣
Blurb ini bikin aku penasaran banget dengan buku ini. Ada hawa-hawa misteri dan mungkin sesuatu yang sedikit magical (mimpi dan firasat) dari blurb. Kemungkinan besar novel ini bukan cuma cerita cinta remaja saja. Apa hubungannya pemakaman dan anak kecil ini?⁣⁣

Karya Debut dan Misteri Masa Lalu
⁣⁣
Untuk karya debut, Kaleidoscope of Memories ini sebuah karya yang cukup solid. Gaya menulisnya juga mengalir. Meski beberapa deskripsi bagiku terlalu detail sehingga acep cerita jadi lambat, overall tulisannya solid.⁣⁣
⁣⁣
Ceritanya sendiri fokus pada Zahra. Karena ditulis dengan sudut pandang orang pertama dari Zahra, pembaca akan sangat mengenal karakter Zahra ini.

Kisah dimulai ketika Zahra tengah mengantri, dia bertemu Alva. Pertemuan ini berujung pada pertemuan-pertemuan lain dan kedekatan yang terjalin di antara mereka. Hubungan Zahra-Alva ini mengambil trope enemy to lover, dan aku selalu tertarik baca buku dengan tema gini. Sayangnya, perselisihan keduanya berlangsung terlalu sebentar dan langsung masuk ke bagian keduanya saling tertarik.

Untungnya, di tengah cerita muncul sosok Yaska yang penuh misteri.⁣⁣ Lengkap dengan mimpi-mimpi yang kerap Zahra alami, aku jadi semakin penasaran sebenarnya kisah di balik semua ini apa? Aku cukup terpukau dengan konsistensi penulis membuat pembaca penasaran dengan segala misteri yang ada. Lebih lagi ternyata ketika semua terbongkar, penulis memberikan twist yang nggak pernah terpikirkan. Just wow!

Meski sebenarnya aku kurang puas dengan konklusi soal mimpi Zahra (habis ini yang bikin aku penasaran setengah mati sedari awal), akhirnya bikin aku kaget dua kali. Jadi, secara keseluruhan aku cukup puas. 👌⁣⁣

Untuk porsi cerita romance-nya sendiri pas. Nggak cuma fokus pada kisah cinta Zahra dan Alva, ada juga kisah persahabatan dan keluarga dalam novel ini.
"Yang jalanin hubungan ini tuh ada dua orang. Bukan cuma kamu sendiri. Kalau ada apa-apa, kita bicarain berdua, terus cari jalan keluarganya sama-sama." (h. 196)⁣⁣
Aku rekomendasikan novel ini buatmu yang suka kisah romance dengan sentuhan misteri dan konflik seputar keluarga. Apalagi kalau kamu suka ending yang dipenuhi twist. Cocok banget baca novel ini.

Informasi Buku
Judul:
Kaleidoscope of Memories
Penulis: Adhan Akram
Penerbit: Bhuana Ilmu Populer
Tebal: 337 halaman
Terbit: Oktober 2019


Bone - Mijin Jung

Bone - Mijin Jung ― Belakangan ini, aku nggak baca apa-apa. Rasanya nggak ada bacaan yang bikin aku bisa duduk diam lama dan tahan. Sampai sebulan terlewati. Lalu aku ingat kalau nggak coba baca lagi, aku nggak akan tahu kapan reading slump ini berakhir, maka aku mengambil novel ini dan mencoba membacanya.

Ternyata aku justru menghabiskannya dalam 2x duduk. Aku mulai membacanya kemarin malam, lalu aku jeda istirahat dan berhasil menyelesaikannya tadi siang. Benar kan? Kalau aku tetap diam dan nggak mencoba membaca, aku mungkin masih berada dalam slump.

Kisah Misteri Romantis

Sejak awal aku sudah tahu kalau Bone merupakan novel romantis, jadi aku nggak berekspektasi tinggi soal misteri dan ketegangan dalam novel ini. Namun, buku ini justru dibuka dengan bikin aku deg-degan. Bukan, bukan soal paket ancaman yang diterima Junwon, tapi soal kakek tetangga Junwon. Membaca bagian awal itu membuatku memikirkan banyak hal, soal kehidupan, kesendirian, dan kematian.

Lebih lagi novel ini punya aura yang suram. Tokoh Junwon sebagai pencerita "aku" membuat Bone terasa semakin kelabu. Junwon ini suka melihat hal-hal detail, terus pikirannya kadang berkelana, dan terasa getir. Gaya bahasanya sebenarnya lugas dan diksinya nggak sulit, cuma kombinasi cerita, alur, detail-detail, dan karakternya bikin Bone terasa menakutkan tapi anehnya indah. Belum lagi ditambah dengan foto-foto estetiknya.

Oya, perlu diketahui, foto-foto di novel ini dicetak berwarna ya. Bagus banget sumpah jadi puas banget pas baca dan lihat. Aku senang banget saat tahu isinya berwarna karena jadi semakin kelihatan efek dramatis dari kisah Junwon dan Hajin ini.

Nah, sebelumnya aku ulangi ya kalau ini kisah romantis. Jadi, selepas menemukan paket ancaman, pembaca akan diajak berkelana mundur pada ingatan Junwon, pada kisah pertemuanya dengan Hajin, dan bagaimana keduanya mulai dekat. Benar, tipikal kisah romantis lainnya gitu. Akan tetapi, karakter Hajin ini misterius banget. Belum lagi cerita dikisahkan dari sudut Junwon, jadi yang terlihat ya hanya dari satu sisi.

Ada salah satu bagian ketika mereka mulai dekat yang aku suka. Yaitu ketika Junwon belajar 'menunggu' dari Hajin. Berlawanan dengan kebanyakan orang, Hajin ini hidup tanpa ponsel. Dia tidak bisa dihubungi dengan mudah seperti manusia zaman kini. Ketika membaca bagian menunggu ini, aku jadi diajak untuk merenungi soal kebisingan dunia dan kecepatan informasi memang sering bikin diriku sendiri kehilangan.
Di dunia tempat orang-orang tidak suka menungggu, bagi kami menunggu adalah suatu kenikmatan. (h. 163)
Soal Kehilangan

Aku juga merasakan kehilangan Junwon ketika tahu-tahu Hajin menghilang dari hidupnya. Penulis berhasil menceritakan dengan baik emosi Junwon sehingga ketika membaca aku ikut merasakan kesedihannya. Lebih lagi, Junwon ini malang sekali nasibnya sejak kecil. :')

Di awal cerita, siapa pelaku penculikan Hajin itu yang bikin aku penasaran untuk terus membaca. Namun, semakin jauh membaca, aku semakin menyelami pikiran Junwon dan ikut merasa waswas dengan nasib Hajin dan masa depan Junwon. Sejujurnya akhir buku ini lumayan tertebak, tapi yang bikin aku khawatir itu apakah Junwon akan hancur nantinya? Dua tahun lalu dia sudah menderita dan mengabaikan hidupnya ketika Hajin hilang, apakah sekarang dia juga akan begitu?

Aku punya banyak ketakutan. Lebih lagi ketika Junwon berhalusinasi soal masa lalunya. Emosiku ikut diajak naik-turun bersama dengan Junwon. Aku pribadi nggak bisa membayangkan gimana rasanya selepas berhasil move on dari mantan, dua tahun kemudian kamu menemukan surat ancaman penculikan soal dirinya.

Itu sebabnya ketika membaca akhir novel ini, aku merasa puas dengan konklusi yang diberikan. Paling tidak, Junwon tetap melaju besama mimpinya.

Penutup

Membaca Bone ini mengingatkanku pada Tokyo dan Perayaan Kesedihan dengan cara yang aneh, Keduaanya sama-sama suram dan bikin aku takut dengan nasib tokoh utamanya menjelang akhir. Untunglah Bone ditutup dengan jelas sehingga aku nggak perlu terkatung-katung memikirkan nasib Junwon. Kalau sampai akhir cerita Bone ini open ending, aku rasa aku bisa sedih.

Secara keseluruhan, aku sangat menikmati Bone. Novel ini punya kisah romantis yang klasik, tapi sentuhan misteri dan ketegangannya bikin aku terkesan. Ditambah lagi gaya bercerita dan foto-fotonya melengkapi banget. Aku rekomendasikan kalau kamu mencari buku romantis dengan suasana yang berbeda.

Selamat membaca!

Informasi Buku
Judul: Bone
Penulis: Mijin Jung
Penerbit: Haru
Ukuran: 13 x 19 cm
Tebal: 300 Halaman
ISBN: 978-623-7351-28-3
Sapardi Djoko Damono, Rintik Sedu

Puisi bukan jenis bacaan yang aku suka. Habis aku sering kali bingung apa yang sebenarnya ingin disampaikan lewat puisi tersebut. Kadang juga suka kepikiran, apakah interpretasiku ini benar seperti yang diinginkan penulis?

Meski begitu, kadang kala aku masih baca puisi. Biasanya aku baca di waktu-waktu random, di halaman-halaman random juga. Terus, kadang kala, semesta itu berkonspirasi mempertemukankku dengan puisi yang "pas". Rasanya tuh ajaib banget gitu.

Kolaborasi Dua Generasi

Kalau buku Masih Ingatkah Kau Jalan Pulang ini aku baca pelan-pelan sekitar 2 pekan. Aku bacanya cukup urut sih, nggak banyak yang tahu-tahu lompat, karena satu hal: Aku penasaran tulisan mana yang ditulis oleh Pak Sapardi dan mana yang ditulis oleh Rintik Sedu.

Sebelum buku kolaborasi ini muncul, aku nggak bisa membayangkan apakah "bahasan" dua generasi pembuat puisi ini bisa sama, bisa masuk. Tapi, ternyata pas baca ini, aku merasakan kesatuan yang utuh. Aku nggak lagi menerka siapa yang menulis bait ini, karena rasanya ya seperti ditulis oleh satu orang gitu.

Masih Ingatkah Kau Jalan Pulang berisi puisi-puisi yang kental soal kepergiaan, kepulangan, waktu, dan jarak. Aku sungguh menikmati permainan kata dalam buku ini dan pemenggalan-pemenggalannya yang membuat puisi-puisinya semakin dalam.

Rintik Sedu
salah satu puisi yang aku suka
Beberapa puisi bikin aku takjub karena rasanya tuh ngena banget gitu. Apalagi di masa pandemi gini yang membuat kita nggak bisa ke mana-mana, stuck di rumah. Kayak makin syahdu, mellow, sendu.

Ada hawa-hawa tulisan Pak Sapardi, ada juga kata-kata yang terasa familiar (dengan istilah zaman kini, kayak 'oke'). Jadi, puisi di buku ini tuh berhasil hadir dengan paduan yang enak banget. Dan (seperti yang kubilang sebelumnya) dengan permainan kata yang brilian.
Masih ingatkah kau⁣
sepasang pergi dan pulang?⁣
Luasan bumi yang menatap langut⁣
bermimpi untuk pulang kembali? (h. 53)⁣
Aku belum pernah baca buku Rintik Sedu sejujurnya, jadi aku nggak tahu "gimana" tulisan dia yang sebenar-benarnya. Tapi pas aku intip Instagram-nya, aku dapat sedikit bayangan sih. Rintik Sedu ini memang sosok yang dekat dengan generasi sekarang. Sedangkan Pak Sapardi ini ya jelas-jelas sosok generasi di atasku (dan di atas Rintik Sedu).

Makanya selepas menyelesaikan buku ini, aku jadi penasaran gimana proses kreatif buku ini. Apakah mereka mengerjakan berdua? Apakah satu orang mengerjakan satu puisi lalu yang satu lagi puisi berikutnya? Ataukan mereka bergantian menulis antar bait?

Masih Ingatkah Kau Jalan Pulang

Penutup

Yang jelas, Masih Ingatkah Kau Jalan Pulang ini punya kegalauan masa kini, tapi juga aspek romantis puisi-puisi Pak Sapardi. Cocok banget dijadikan salah satu bacaan selama swakarantina gini. :D

Sebagai penutup, aku mau kasih lihat jurnal yang aku bikin terinspirasi dari buku ini.

Puisi Masih Ingatkah Kau Jalan Pulang
jurnal yang terinspirasi dari salah satu puisi
Selamat membaca!

Informasi Buku
Judul: Masih Ingatkah Kau Jalan Pulang
Penulis: Sapardi Djoko Damono & Rintik Sedu
ISBN: 978-602-06-3833-1
Jumlah Halaman: 112 Halaman
Terbit: 17 Februari 2020
Pernah nggak sih kita melihat orang lain merasa sedih, tapi begitu tahu alasan kesedihannya, kita bingung. Kenapa alasan "begitu" bikin sedih?

Pernah juga nggak sih lihat orang yang berusaha kelihatan nggak sedih, padahal kita tahu dia harusnya "bersedih". Tapi kenapa dia nggak bersedih?

Atau pernah nggak sih ketemu orang yang selalu kelihatan bahagia, selalu tersenyum, sampai bikin kita berpikir apakah hidupnya diisi pelangi dan bunga-bunga aja?

Kesedihan Milik Semua Orang

Tokyo dan Perayaan Kesedihan ini mengingatkan kita bahwa kesedihan itu milik semua orang. Tidak ada yang kesedihannya paling sedih, tidak ada juga kesedihan yang bisa dianggap remeh. Semua kesedihan itu ya kesedihan. Sama-sama kesedihan dan layak diperhitungkan sebagai bagian perasaan manusia.
blurb Tokyo dan Perayaan Kesedihan
Adalah Joshua yang di satu perjalanan tampil di Tokyo bertemu dengan Shira. Pertemuan mereka kayak kebetulan, tapi perjalanan seorang diri biasanya memang mengantarkan kita pada pertemuan-pertemuan. Dan pertemuan ini tanpa direncanakan menjadi sesuatu yang lebih besar dari sekadar pertemuan.

Shira ini hidup di keluarga yang menuntutnya selalu sempurna, selalu bahagia. Dia nggak terbiasa mengekspresikan dirinya tanpa tekanan orang tua atau sahabatnya. Dia melakukan perjalanan ke Tokyo untuk seorang diri, untuk merasa bebas.

Sedangkan Joshua ini tipe pemuda yang asik dan sukses, bahkan terlihat dari keluarga terpandang. Namun, dia membawa penyesalan-penyesalan di masa lalu, penyesalan yang selamanya akan jadi penyesalan.

Sejujurnya begitu baca buku ini, aku nggak menyangka bahwa kisah Joshua dan Shira akan mengarah ke sana. Aku pikir mereka hanya akan saling berkisah karena sama-sama bertemu di perjalanan seorang diri, tapi ternyata lebih dari itu. Bahkan aku pikir ini punya unsur romance yang kuat, tapi ternyata nggak juga. Ini lebih ke kisah perjumpaan dua orang yang mengubah hidup satu sama lain.

Lewat kisah Shira dan Joshua, pembaca diajak untuk menjelajah Tokyo dengan segala detailnya. Dengan suasana yang sendu, dan bercak-bercak kesedihan terserak. Pelan-pelan kita akan diajak memahami kesedihan Shira dan Joshua, kesedihan yang diam-diam kita rasakan juga, kesedihan yang bisa jadi diam-diam berusaha nggak kira rasakan.⁣
"Mungkin saya dan semua orang lain, sama-sama takut buat mengatakan kebenaran, dan sebaliknya menyampaikan apa yang mau orang lain dengar saja, ya nggak?" (h. 84)⁣
⁣Kesedihan ini pun dilengkapi dengan fotografi hitam-putih Tokyo yang diambil sendiri oleh penulis. Tokyo dan Perayaan Kesedihan jadi semakin terasa sedih, sendu, dan murung. Persis seperti kisah Shira dan Joshua yang akan semakin kita ketahui semakin jauh membaca.

salah satu ilustrasi di dalam Tokyo dan Perayaan Kesedihan
Aku suka banget sama buku ini. Tokyo dan Perayaan Kesedihan ini masuk novelet, tebalnya hanya 192 halaman, lebih lagi nggak sedikit yang diisi foto. Namun, tulisannya mengalir banget, gaya berceritanya asik, dan tokohnya gampang bikin simpati.

Meski ditulis lewat dua sudut pandang, yaitu sudut Shira dan Joshua, aku merasakan suasana yang berbeda antara kedua tokoh. Keduanya sama-sama sedih dan sendu, tapi punya jiwa yang berbeda. Aku pun suka recehan yang diselipkan di buku ini, membuat Tokyo dan Perayaan Kesedihan jadi dinamis.
⁣
Penutup

Buku ini cocok banget dinikmati sambil santai. Lewat Shira dan Joshua, pembaca akan diajak untuk menyelami kesedihan, memahami penyesalan, dan menemukan diriku sendiri. Sebagaimana dua tokoh kita, aku belajar bahwa kesedihan tiap orang berbeda dan nggak ada yang lebih sepele antara satu sama lain.⁣ Dan setiap orang punya cara "merayakan" kesedihannya.
"Semua orang dulu juga mengganggapku bemulut besar. Kalian semua menganggap kami main-main, sampai kami sungguhan melakukannya, kan?" (h. 173)⁣
Selamat membaca! Selamat merayakan kesedihan

Pernah nggak sih kamu baca buku, terus seakan menemukan jawaban dari kegelisahanmu lewat buku tersebut? Ini kayak semesta bekerja dan menjawab kekhawatiranmu lewat sebuah buku (yang bisa jadi bahkan penulisnya kamu nggak pernah kenal, nggak pernah ketemu, nggak pernah tahu). Dan ketika menemukan jawaban itu, kamu tahu-tahu merasa hidup bakal lebih mudah.

Yah, ini sedikit berlebihan sih. Tapi, pada dasarnya buku yang dibaca di saat yang tepat, akan meninggalkan kesan yang dalam buat pembacanya.

Mencintai Diri Sendiri

Belakangan isu soal self-love alias mencintai diri sendiri banyak diangkat. Banyak buku juga yang ditulis bertema hal ini, salah satunya Keep Going.

Keep Going ini adalah kumpulan puisi bertema self love. Dan seperti buku Raissa yang kubaca sebelumnya, aku suka. Aku suka gaya Raissa menuliskan pemikirannya, pilihan kata yang dipakai, dan ilustrasi unyu yang melengkapi di sini. Lebih lagi, ilustrasi di buku ini berwarna jadi semakin manis. Seperti puisi-puisi yang dituliskan, manis.




Lewat buku Keep Going, Raissa mengajak pembaca untuk mencintai dirinya sendiri. Lewat kata-katanya, Raissa menunjukkan hal-hal yang harus kita banggakan, kita syukuri, kita cintai.⁣ Beberapa ditulis dalam puisi yang singkat, beberapa dalam kalimat-kalimat yang panjang. Namun, ke semuanya mengandung kesederhanaan dan pengingat betapa berharganya diri kita.

Daripada dibaca sebagai sebuah buku yang utuh, Keep Going ini lebih cocok dibaca sebagai bagian-bagian yang terpisah. Buku kumpulan puisi yang setipe ini cocok banget diambil ketika kita merasa sedih, merasa terabaikan, merasa tidak berguna, terus kita coba buka satu halaman random, dan menemukan kalimat-kalimat yang membuat kita merasa bahagia. Meski cuma sedikit. Meski cuma sebentar.

Kalimat-kalimat penuh inspirasi yang ditulis penulis dengan hati-hati ini kayak pelan-pelan masuk ke diri kita, terus membuat kita merasa bahwa hidup itu berharga. Bahwa kita layak dicintai. Bahwa kita lebih dari layak untuk diperjuangkan oleh diri kita sendiri.
You're a firework, Darling.
⁣⁣You spark so bright,⁣
the dark sky turns starry. (h. 122)⁣
Inilah yang aku suka dari membaca buku kumpulan puisi bertema self love. Sejujurnya Keep Going tulisan Raissa Almira ini bukan buku puisi self love pertama yang kubaca. Dan semua penulis punya gayanya sendiri, dan semuanya membuatku merasakan kehangatan yang sama.


Penutupan

Terakhir, aku mau sekali lagi menyampaikan kalau buku ini cocok dibaca di saat semangat tengah lesu, atau ketika merasa tidak berharga, atau saat kehilangan harapan, atau ketika merasa diri begitu menyedihkan. Coba buka buku ini secara random dan temukan kalimat yang menyemangati. Sambil duduk dan menyesap teh, coba renungkan kalimat-kalimat yang dirangkai Raissa dalam puisinya.

Semoga akhirnya kalimat-kalimat itu akan mengantarkanmu pada perasaan bahagia, yang akan membuatmu lebih bahagia menjalani hidup.


Selamat membaca Keep Going!

Kamu hanya Perlu Pulang berisi tiga bagian. Bagian pertama berisi tulisan tentang hubungan antarmanusia, tentang orang-orang dalam hidup. Bagian kedua menyoal perjalanan, pencarian makna kehidupan, hal-hal yang tak sempat diutarakan. Bagian ketiga merupakan prosa mengenai keinginan dan penerimaan.

Buku Prosa Pengembangan Diri


Di sampul belakang, buku ini dimasukkan sebagai buku Pengembangan Diri. Sejujurnya, Kamu Hanya Perlu Pulang lebih mirip buku prosa. Di setiap bagian, ada dua jenis tulisan; cerita pendek dan puisi.

Di Bagian Pertama, Stefany menulis cerita pendek tentang hubungan orang tua. Di Bagian Kedua, cerita pendeknya berkisah soal perenungan dan pencarian makna kehidupan. Terakhir di Bagian Ketiga, Stefany menyajikan pemikiran soal kehidupan, kematian, dan keinginan. Selepas cerita pendek, ada puisi-puisi yang disajikan.

Aku pribadi suka banget sama semua cerita pendeknya. Bukan cuma karena cerita yang diangkatnya terasa dekat dan menyentuh, tapi juga karena gaya bahasannya itu indah. Indah, lembut, dan bikin terhanyut.


Stefany menulis dengan hati-hati, tapi nggak terasa maksa. Aku suka banget cara Stefany menuliskan buah pikirannya. Meski tulisannya puitis, label di belakang buku nggak menipu juga. Lewat tulisannya, Stefany berusaha mengajak pembaca untuk melakukan pencarian, merenung, berpikir, dan menarik kesimpulan.

Karena tema yang diangkat juga universal, seperti yang Stefany tulis di awal kalo ini nggak menyoal cinta pasangan, aku merasa Kamu hanya Perlu Pulang ini cocok dibaca semua orang. Dan sesuai judulnya, buku ini mengajakku "pulang" dengan tulisan Stefany.


Aku pribadi nggak nyangka suka sama buku ini. Aku tergolong jarang baca buku puisi juga dan cukup pemilih soal buku puisi. Tapi Kamu hanya Perlu Pulang ini aku suka banget. Buku ini tipe tulisan-tulisan instapoet juga sih, jadi gaya menulisnya lebih lugas.

Oh, satu hal lagi yang bikin aku klik sama buku ini, aku baca pas lagi masa #dirumahaja. Pas banget gitu jadinya.

Secara keseluruhan, aku menikmati banget Kamu hanya Perlu Pulang. Nggak semua puisinya klik sama aku sih, tapi semua cerita pendeknya aku suka banget. Cocok banget dibaca kamu yang butuh bacaan santai, tapi mengajak merenung dan berpikir.

Semoga kamu juga bisa "pulang" selepas baca buku ini. Selamat baca!

Kamu hanya Perlu Pulang, Kata Puan, Kamu hanya Perlu Pulang Kata Puan, Buku Motiviasi, Instapoet, Buku Puisi, Kumpulan Puisi, @katapuan, Kamuhanya Perlu Pulang @kata.puan
Bermula dari kisah sesosok entitas superior penguasa laut. Harin Botan, yang ingin mencari kekasihnya Nitun Lolon, sesosok entitas superior penguasa daratan. ia kemudian mewujud manusia bernama Ony yang ditemukan di sebuah pagi oleh lelaki bernama Baha.

Kecantikan Ony membuat para lelaki membicarakannya, namun keluarga Baha selalu menjaganya dari gangguan mereka. Tidak hanya menjalani hidup baru sebagai manusia. Ony pun menemukan sosok Nitun Lolon dalam sosok baha. Di saat Ony berusaha meyakinkan dirinya bahwa Baha benar-benar sosok yang dirindukannya, banyak peristiwa mengerikan yang justru terjadi di perkampungan nelayan itu. Satu per satu warga meregang nyawa dengan misterius. mereka menuduh Ony sebagai dalang dari malapetaka.

Review

Wanita Bermata Gurita ini merupakan novel mitologi romantis. Harin Botan, adalah penguasa laut. Selepas menyelesaikan buku ini, aku mencoba mencari tahu lebih lanjut soal Harin Botan. Karena lewat buku ini adalah kali pertama aku menemukan sosoknya.

Harin Botan dipercaya sebagai penguasa laut oleh masyarakat Flores. Dan Harin Botan ini adalah istri dari Nitun Lolon, sang penguasa darat. Ini persis dengan blurb yang aku temukan. Sayangnya, aku nggak menemukan lebih banyak penjelasan soal mitologi ini sih. Padahal aku penasaran mitologi aslinya lebih jauh. Apakah sama dengan kisah di Wanita Bermata Gurita ini atau nggak.

Untuk sebuah novel mitologi romantis, novel ini mengandung banyak unsur mitologi. Lengkap dengan berbagai ritual dan adat kepercayaan masyarakat pesisir. Aku cukup terbantu dengan catatan kaki yang diberikan oleh penulis soal beberapa hal asing juga.

Gaya bahasanya sendiri tipe gaya bahasa yang lembut dan mendayu. Dan ketika bagian yang tegang-tegang mulai muncul, aku merasa menikmati cara penulis menyajikan kisahnya. Sayangnya, ada banyak banget karakter (dan semuanya namanya asing huhu) jadi aku kesulitan untuk mengingat semua karakternya.

Meski demikian, aku suka cara Harin Botan berkomunikasi dengan hewan-hewan laut. Di novel ini pun nggak sekali-dua kali si Penguasa Laut menyinggung manusia.
"Cinta Ibu lebih besar kepada kalian daripada kepada manusia."
"Kenapa demikian, Ibu?"
"Karena dalam dada mereka dipenuhi kehidupan iblis." (h. 88)
Secara keseluruhan, aku cukup menikmati Wanita Bermata Gurita. Meski sampai akhir aku masih bingung kenapa ya mata gurita? Emang semua orang pernah lihat mata gurita jadi bisa membayangkan atau gimana?

GIVEAWAY

Ada satu eksemplar novel ini persembahan penerbit buatmu. Pastikan kamu mengikuti syarat dan ketentuan berikut:
  1. Follow akun twitter @Fiksi_Laksana, Instagram @fiksi.divapress atau like fanpage "Fiksi DIVA Press"
  2. Follow Instagramku, @missfioree atau twitterku, @missfiore_
  3. Share link giveaway ini di instagram story/twitter. Jangan lupa mention aku dan akun penerbit ya.
  4. Tinggalkan komentar di bawah ini berupa: nama, domisili, akun twitter/instagram, dan link share.
  5. Giveaway berlangsung sampai 29 Maret aja ya.
UPDATE: Selamat untuk Farrah Nur Fadhilah (@Rarah_09)!

Semoga beruntung!

Kamu pernah terpikir untuk solo traveling?⁣
⁣
Saya pernah. Dan jauuuuh di dalam lubuk hati, saya masih punya keinginan itu. Tapi ada banyak hal yang membuat saya nggak pernah solo traveling (jauh) sendirian. Mulai dari izin yang nggak terkantongi, dana yang lari ke hal-hal jauh lebih penting, hingga berbagai alasan lain. Lalu saya membaca Traveling Aja Dulu! karya Olivia Dianina Purba ini.

Buku tipis ini punya isi yang sangat padat. Penulis menyelipkan berbagai tips dan kisah perjalanannya. Dan semuanya ditulis dengan gaya bahasa yang lincah dan asik.

Tips Traveling
⁣
Di Traveling Aja Dulu!, penulis memberikan cukup banyak tips. Mulai dari tips bagaimana dia bisa traveling gratis dari pendidikan, tips ngurus paspor, sampai tips hemat saat traveling. Jadi buku ini bukan cuma mengisahkan cerita penulis ketika traveling, tapi juga bagaimana dia berusaha untuk bisa pergi 'traveling'  di tengah segala keterbatasannya.⁣
Kamu bisa menjadi traveler dengan tetap tekun belajar dan memilih jalur pendidikan, seperti yang saya lakukan untuk bisa keliling dunia. (h. 5)⁣
Penulis banyak bercerita soal aneka kegiatan pendidikan yang dilakoninya untuk bisa traveling gratis, mulai dari ikut konferensi, volunteering, hingga melanjutkan studi. Tentunya perjuangan penulis untuk bisa "traveling dari pendidikan" di buku ini semacam telah disederhanakan. Namun, saya yakin dengan jelas bahwa itu bukan hal yang mudah. Salut banget saya bacanya (meski bagian ini nggak begitu banyak sih, tapi karena itu buku ini jadi menarik 😁).⁣

Petualangan dan Solo Traveling
⁣
Seperti buku traveling lain, penulis juga menemukan banyak makna dan hikmah dalam kisah petualangannya di 35 negara di 5 benua. Penulis memulai kisah traveling-nya ketika dia masih berusia 19 tahun. Selanjutnya, penulis mengisahkan perjalanan demi perjalanan yang dia lakukan.

Penulis ternyata banyak sekali melakukan solo traveling dan hal ini dilakukan pertama kali pada 2013 ke Vietnam. Pada perjalanan solo pertamanya ini, penulis bahkan mengaku tidak punya rencana kapan akan kembali ke tanah air karena tiket pesawat yang dibelinya hanyalah tiket berangkat. Wkwk.

Saya pribadi paling suka bagian solo traveling tiga bulan keliling dunia. Gila! Petualangan yang padat tapi sangat menginspirasi. Lewat cerita penulis ini, saya jadi diajak untuk bermimpi melakukan solo traveling (lagi), entah kapan. Rasanya seru menyusuri tempat-tempat di dunia meski hanya seorang diri.

Penutup

Traveling Aja Dulu! merupakan buku traveling yang kaya akan informasi. Lebih lagi, saya suka tips yang diberiikan penulis untuk melakukan traveling dengan mengejar pendidikan. Ini baru pertama kali saya baca dalam buku traveling.

Saya salut banget saya penulis yang serius dengan studinya dan juga dengan traveling. Keren!

Informasi Buku
Judul: Traveling Aja Dulu!
Penulis: Olivia Dianina Purba
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
Tebal: 256 halaman

Seumur hidupnya, Anna selalu sakit parah. Keluarganya merelakan segala hal untuk penyembuhannya. Nora, sang kakak, bahkan rela mengubur mimpi untuk berkulliah. Dia selalu hidup dalam belas kasihan orang lain. Dan Anna tidak pernah suka itu.

Katanya, Leo itu anak aneh yang suka berbuat onar. Keluarganya amburadul, begitu juga dengan sekolahnya. Tidak pernah ada yang menganggap Leo ada. Sampai dia bertemu dengan Anna.

Anna dan Leo sama-sama memendam ketakutan dan harapan akan masa depan. Bagi mereka, hidup terasa menyakitkan untuk dijalani. Namun, apakah kematian merupakan jawaban yang tepat?
"Karena, bunuh diri bukan kematian."
"Itu tetap kematian. Tapi, bukan bagian dari kehidupan. Kita hidup, lalu kematian datang. Bukan kita yang mendatangi kematian." (hlm. 130)
Sicklit dan Mental Illness

Penyap merupakan novel sicklit yang juga mengandung mental illness. Anna, si tokoh utama, adalah penderita kanker. Dia yakin kematiannya sudah diambang pintu. Sebentar lagi dia mati. Karena kondisi keluarganya, Anna jadi merasa derpresi.

Di sisi lain, Leo tidak pernah hidup dalam kasih sayang. Orang tuanya sering mengabaikannya dan lebih memilih untuk mabuk atau teler. Ayah tirinya bahkan berlaku abusive ketika Leo ada di rumah. Belum cuma itu, di sekolah Leo juga dirisak karena katanya Leo adalah pembuat onar. Tidak jarang Leo berpikir mati lebih baik.
Saat melihat mereka memakai narkoba, aku selalu bertanya-tanya, apakah mereka tidak bisa menghirupku saja agar aku bisa mendapat lebih banyak perhatian? (hlm. 161)
Kedua tema ini berpadu dengan apik lewat tokoh Anna dan Leo. Penyap sendiri ditulis dengan dua sudut pandangan orang pertama, Anna dan Leo. Dari sisi Anna, kita akan diajak pelan-pelan menyelami kehidupan dan penyakitnya. Bagaimana Anna merasa bosan akan hidupnya dan merasa tidak berdaya menghadapi keluarganya yang mengorbankan segalanya untuknya.

Dari sisi Leo, pembaca akan diajak merasakan keputusasaan Leo terhadap hidup. Lebih lagi ketika Leo harus mengadapi para perundungnya di sekolah dan diperlakukan seperti samsak oleh sang ayah. Leo yang tidak berdaya.
"Kenapa kamu tidak melawan?"
"Dunia tidak selalu membiarkan kita melawan." (hlm. 31)
Rasanya tuh kayak ikut menjadi mati rasa karena kehidupan seperti tidak pernah berpihak pada Anna dan Leo.

Lebih lagi ketika membaca catatan Nora. Jadi, di Penyap ini ada juga tulisan semacam buku diari Nora. Ini salah satu hal yang nggak pernah saya sangka (karena saya pikir hanya akan fokus pada Anna dan Leo seperti blurb) dalam perjalanan membaca Penyap. Ketika baca udah semacam bisa memperkirakan sih, cuma ya itu beneran bagian Nora itu yang paling mengiris diri saya. :(

Merenungi Kehidupan

Penyap bisa dibilang bukanlan novel yang aman dibaca ketika kamu merasa letih dan lelah dengan kehidupan. Apalagi jika kamu berada di posisi Anna, yang menderita sakit, atau Leo, yang tidak diacuhkan keluarga. Atau sekadar ketika kamu merasa kamu sendiri (TAPI KAMU GAK SENDIRI KOK! Colek @missfioree kalau kamu butuh teman ngobrol, oke?).

Membaca Penyap sendiri membutuhkan waktu bagi saya. Tulisan Sayyidatul Imamah ini bagus, bagus banget. Dan berhasil banget bikin saya ikut menyelami penderitaan dan keputusasaan para tokoh.
Aku tidak memiliki apa-apa selain perasaan ingin tidur di dalam air. (hlm. 84)
Saya butuh jeda sejenak ketika membaca Penyap agar tidak ikut merasa putus asa. Namun, di balik segala kesuraman, keputusasaan, kesedihan, dan perasaan ingin mati dalam Penyap, novel ini diakhiri dengan sangat layak. Saya suka bagaimana konflik demi konflik dihadirkan dan penutupan yang disuguhkan. Cakep banget!

Meski membuat pembaca ikut depresi, penulis berhasil menyajikan akhir yang memuaskan dan melegakan. Seperti Anna dan Leo, pelan-pelan kita diajak merenungi kehidupan yang selama ini kita jalani.
"Aku tidak bisa selamanya di sini bersamamu, maka kita harus melanjutkan hidup agar bisa terus memperpanjang hal yang sementara." (hlm. 275)
Gaya tulisannya juga sumpah bagus! Nggak kerasa kalau ini ditulis oleh seorang yang masih muda. Coba aja baca kutipan yang langsung bikin saya naksir sama gaya penulisannya ketika membaca Penyap.
Kereta itu berkarat, tua, dan kuno, tetapi jalannya cepat, sangat cepat. Tidak ada yang bisa menghentikannya. Lajunya akan tetap seperti itu meskipun ada seseorag yang berbaring di bawahanya.  (hlm. 16)
Saya jadi penasaran dengan buku-buku lain dari penulis.

Penutup

Satu hal yang kurang dari Penyap, kisah cinta Anna dan Leo yang instalove. Terlebih dari sisi Anna sih, karena kurang dieksplorasi apa yang membuatnya tertarik pada Leo. Padahal cerita ditulis dari sudut mereka masing-masing, tapi saya tidak merasakan awal chemistry keduanya.

Selain itu juga latar tempat yang kurang jelas. Penyap ini seperti bukan berada di Indonesia, tapi citarasa sekolahnya Indonesia banget. Jadi sedikit bingung memahami latar tempatnya dalam imajinasi saya.

Terlepas dari itu, perkembangan hubungan mereka ditulis dengan sangat baik. Gaya tulisannya pun sangat memuaskan. Dan akhirnya bikin saya lega. (Yang kesisa cuma pengen memaki seluruh sekolah aja gegara liat Leo :'()

Penyap sangat saya rekomendasikan untukmu yang menikmati kisah young adult realistic yang mengangkat tema bunuh diri dan sicklit. Tulisannya cakep!

Buku ini saya dapatkan dari Storial.co secara gratis dengan ganti review jujur. Jika kamu ingin memiliki juga, cek post ini ya. Penyap akan diluncurkan pada 10 Oktober 2019!

Informasi Buku
Judul: Penyap
Penulis: Sayyidatul Imamah
Penerbit: Storial.co

Candide dulunya tinggal bahagia dalam istana baron di Westfalia. Sampai dia jatuh cinta pada putri bungsu baron, Cunegonde, dan diusir dari istana. Setelah itu, kehidupan Candide penuh dengan drama. Mulai dari dihukum prajurt Bulgaria, disiksa dalam penjara, nyaris digantung, ditipu Saudagar Belanda, hingga mendengar pujaan hatinya telah diperkosa berulang kali dan dibunuh dengan sadis.

Di tengah berbagai kemalangan yang menimpa dirinya, Candide selalu mengingat ajaran gurunya, Pangloss:
"Bahwa segala hal di dunia ini tidaklah mungkin menjadi berbeda; segalanya diciptakan untuk suatu tujuan, jadi segalanya ada untuk tujuan terbaik." (halaman 9)
Namun, mampukah Candide terus merasa optimis dalam perjalanan hidupnya? Mampukan dia menyelamatkan Cunegonde, sang kekasih?

Buku "Aneh"

Pertama kali membaca Candide ini, saya merasakan buku ini sangatlah aneh. Sangat absurd. Saya diajak untuk melewati satu demi satu babak kehidupan Candide, yang semuanya mengandung nestapa. Membaca kisah hidup Candide ini bagaikan melihat seseorang baru saja lepas dari cengkraman harimau lalu ketemu singa. Candide ini kayak sial nggak habis-habis.

Bukan hanya itu alasan saya menyebut Candide sebagai buku aneh, Gaya berceritanya pun kebanyakan tell. Voltaire terus-menerus menuturkan Candide begini, lalu begitu, lalu begini, begitu, begitu terus. Meski demikian, anehnya juga hal ini tidak terus membuat saya merasa bosan (yah, meski ada titik di mana saya merasa bosan karena Candide ini sial mulu gitu).

Terus, sepanjang hidupnya, Candide bertemu bebagai macam orang. Ajaibnya, berbagai macam orang ini pun hidupnya penuh kemalangan. Jadi, sepanjang buku ini pembaca disuguhkan aneka rupa kisah menyedihkan; pemerkosaan, penyiksaan, penipuan, dan berbagai hal menyengsarakan yang tidak pernah saya pikirkan.

Novel Filsafat dan Optimisme Candide

Selepas menyelesaikan novel ini, saya buru-buru mencari lebih jauh soal Candide dan sang penulis, Voltaire. Sebenarnya kenapa novel ini terbit? Apa yang hendak Voltaire ungkapkan pada dunia? Apa yang berusaha disampaikan dari kisah hidup Candide?

Ternyata Candide merupakan cara Voltaire menyatakan ketidaksetujuannya dengan filosofi yang dianut Gottfried Leibniz dan Alexander Pope. Lewat Candide, Voltaire menyatakan bahwa meski dia percaya Tuhan menciptakan dunia tapi kekejaman manusia telah membuat dunia menjadi tidak sempurna.
"Tuan lihat sendiri bukan? Seperti itulah manusia memperlakukan satu sama lain."
"Memang benar, ada kekejaman dalam hal ini." (halaman 124)
Selain itu, Voltaire juga berusaha menyampaikan soal optimisme. Tokoh Candide ini gambaran dari optimisme tersebut. Lebih lagi, optimisme ini dibalut dengan gaya bahasa yang ringan dan kisah petualangan dengan sentuhan roman, komedi, dan ironi. Sepanjang cerita, saya dibuat penasaran apakah Candide akan terus optimis dengan hidupnya atau tidak.

Penutup

Secara keseluruhan, saya menikmati membaca Candide. Dan ketika menyelesaikannya itu rasanya butuh baca sekali lagi di bagian-bagian tertentu karena membuat bingung. Terlebih ada banyak karakter di novel ini , dan beberapa karakter pendukung tidak memiliki nama jadi sedikit sulit diingat. Namun, terjemahannya asyik!

GIVEAWAY

[UPDATE: Selamat untuk Nisa @bacaanchan!]

Setelah ada di empat blog lainnya, akhirnya saatnya blogtour sesi terakhir. Dapatkan SATU Candide untukmu gratis persembahan dari Penerbit DIVA Press.

Syarat dan Ketentuan:
  1. Follow blog ini, boleh via email atau akun blogger (tulis di komentar ya follow via apa dengan nama apa)
  2. Follow twitter @divapress01 atau like FB “Penerbit DIVA Press"
  3. Follow instagram @missfioree
  4. Tinggalkan komentar di postingan ini berupa nama, domisili, akun twitter/instagram kamu, dan follow blog via apa.
  5. Giveaway berlangsung selama 7 hari, dari tanggal 26-31 Agustus. Pengumuman dua-tiga hari setelah periode berakhir.
Good luck!
Older Posts Home

Wardah


Penikmat es krim dan pecandu kebahagiaan. Senang menyusun buku berdasar warna, mengumpulkan kertas-kertas bekas, dan menatap langit-langit kamar. Sejak kecil bercita-cita menjadi penulis fantasi, yang sayangnya belum kesampaian.

Kenal Lebih Dekat

Anggota

Anggota
BBI 1502274

Kategori

  • Buku 96
  • Freebies 2
  • Giveaway 11
  • Journal 3
  • Tips 8

Copyright © 2016 missfioree. Created by OddThemes & Free Wordpress Themes 2018