missfioree
Powered by Blogger.
  • Home
  • Kerja Sama
  • Buku
  • Tips

img_20160909_093220

Lara Jean akhirnya memberanikan diri datang ke rumah Peter di tahun baru. Dia menulis surat tentang isi hatinya. Mungkin dia bisa datang, menyerahkan surat itu, dan menunggu tanggapan Peter. Meski awalnya Peter bersikap dingin (karena dia sedang jual mahal), akhirnya hubungan keduanya membaik. Mereka sekarang resmi menjadi pasangan kekasih, bukan untuk pura-pura lagi
"Apa memang ini... sedikit aneh? Maksudku, pertama hubungan kita palsu, lalu kita sungguhan, dan setelah itu kita bertengkar, kemudian sekarang kita berada di sini dan kau makan ayam goreng." (h. 45)
Setelah itu, badai dalam kehidupan cinta Lara Jean datang silih berganti. Mulai dari video pertemuannya dengan Peter (yang hot di pemandian air panas itu) tersebar di internet, surat balasan dari John Ambros McClaren, hingga hubungan pertemanan Peter-Genevieve yang mencurigakan.

Perkembangan Ceritanya

Saya sudah membaca novel ini sebelumnya, ketika baru saja terbit. Sekarang saya membaca novel ini lagi untuk menuliskan resensi dalam rangka event Secret Santa 2015. Rasanya... berbeda. Jika sebelumnya terasa menggebu, sekarang tidak lagi. Mungkin karena saya sudah tahu akan seperti apa akhirnya. Meski demikian, gaya penulisan Jenny Han ini asyik sekali. Belum lagi keluarga Covey dan gadis-gadis Song yang menyenangkan (juga Daddy dan kencannya). Sepertinya ini alasan kenapa saya bertahan tetap membaca P.S. I Still Love you.

Beralih ke masalah ceritanya. Hubungan Peter-Lara Jean tetap saja terasa manis dan penuh bunga-bunga. Sikap kesatria Peter ketika video panas itu terputar di depan seluruh siswa jelas membuat siapa saja yang membaca jatuh hati padanya. Yah, meski menurut saya Peter itu kurang terbuka pada Lara Jean. Itulah kenapa Lara Jean tidak bisa berhenti curiga pada Peter.
"Aku benci tidak bisa melindungimu dari ini." (h. 160)
Anyway, insiden video ini juga dituliskan dengan banyak sentilan soal standar ganda yang selalu diterapkan di masyarakat manapun
Cowok akan selalu jadi cowok, tapi cewek harus selalu berhati-hati—tentang tubuh kami, tentang masa depan kami, tentang cara orang lain menilai kami. (h. 73)
Di sisi lain, saya rasa Lara Jean ini terlalu merasa tidak aman, insecure. Dia mencurigai Peter, yang menurutnya tidak akan puas dengannya karena dia tidak berhubungan badang dengan Peter (padahal Peter jelas sudah bilang dia menerima Lara Jean apa adanya). Dia juga terlalu memikirkan Gen dan tidak bisa lepas dari memikirkan hal buruk soal gadis itu. Walau memang di hubungan Peter-Gen yang aneh ini, Peter juga memiliki derajat kesalahan yang besar.
"Hidupmu benar-benar dalam sangkar, Hon. Kau bisa terlalu cepat menilai orang lain." (h. 269)
Konflik hubungan pertemanan Peter-Gen belum selesai, John hadir kembali dalam hidup Lara Jean. Meski John ini baik, sopan, dan romatis, saya nggak bisa naksir padanya. Mungkin karena saya sudah lebih dahulu naksir pada John. Atau justru karena John ini yang membuat hati Lara Jean bercabang (oh, saya sebel banget pas tahu Lara Jean mulai naksir John. Please, udah ada Peter dan kamu belum puas, Lara Jean?).
"Jadi maksudmu aku menjalani hidup seperti orang yang membujang sejak kita memulai permainan bodoh ini—bahkan, sejak sebelumnya—sementara kau bermesraan dengan McClaren?" (h. 328)
Sejujurnya, kejadian demi kejadian yang berlangsung di P.S. I Still Love You ini cukup klise. Ala-ala drama korea gitu. Mudah ditebak juga. Makanya perkembangan ceritanya sendiri tidak benar-benar menjadi kejutan bagi saya (tapi soal insiden video itu kejutan). Untungnya gaya penulisan Jenny Han itu asyik. Maka saya bisa membaca P.S. I Still Love dengan penuh kepuasan.

Keluarga dan Persahabatan

Seperti novel sebelumnya, P.S. I Still Love masih penuh dengan adegan-adegan keluarga yang membuat saya semakin dan semakin cinta pada keluarga Covey maupun Song bersaudara. Saya suka ketika Margot menyakinkan Lara Jean bahwa insiden video ini akan berlalu, atau ketika Lara Jean balik menenangkan Margot setelah berakhirnya hubungan Margot dengan Josh, atau ketika Kitty selalu punya jawaban yang menusuk Lara Jean, atau ketika Kitty berusaha menjodohkan ayah mereka dengan tetangga mereka, atau ketika ayah mereka menemukan masalah video ini dan berusaha menegakkan punggung Lara Jean. Oh, sumpah, keluarga mereka ini lovely banget.

Selain itu, saya suka banget sama Kitty. Di sini ada lebih banyak ruang yang menunjukkan pertumbuhan Kitty. Juga ruang untuk menyaksikan Lara Jean menjadi lebih bertanggung-jawab.
"Kenapa semua tidak bisa sama seperti sebelumnya?"
"Kalau begitu tidak akan ada yang berubah dan kau tidak akan tumbuh dewasa. Kau akan tetap sembilan tahun dan tidak akan pernah berulang tahun kesepuluh." (h. 287)
Selain soal keluarga, soal persahabatan pun banyak diungkapkan di novel ini. Lewat novel ini pertanyaan-pertanyaan kita soal kenapa Gen membenci Lara Jean akan terjawab. Belum lagi di P.S. I Still Love ada saat di mana teman-teman masa kecil Lara Jean berkumpul dan mereka mengadakan permainan seperti kecil dulu, permainan yang membuat lebih banyak rahasia terungkap di depan Lara Jean.
Banyak orang yang keluar masuk dalam hidupmu. Untuk satu masa, mereka adalah duniamu, mereka segalanya. Lalu suatu hari mereka buka lagi apa-apa bagimu. (h. 347)
Secara keseluruhan, saya menikmati P.S. I Still Love. Ceritanya yang manis dan konfliknya yang naik-turun. Juga banyak sentilan soal kehidupan remaja. Serta cerita keluarga yang selalu bisa membuat saya tersenyum. Dan Kitty.

Saya rekomendasikan novel ini bagi yang sudah membaca Too All The Boys I've Loved Before. Tentunya juga sebaiknya tidak dibaca dengan jeda yang cukup lama karena akan mempengaruhi mood. Juga bagi mereka yang suka novel young adult dengan unsur keluarga yang kental. Selamat membaca!
to-all-the-boys-ive-loved-before

To All the Boys I’ve Loved Before (yang selanjutnya saya singkat menjadi TATBILB) adalah novel YA yang sangat menarik.

Saya membaca novel ini di penghujung hari yang padat tanpa berpikir panjang. Sekitar pukul setengah sepuluh malam saya memulai dan … saya tidak bisa menutupnya sebelum mencapai akhir. Saya seolah lupa betapa lelahnya tubuh dan pikiran saya malam itu hanya untuk menyelesaikan kisah Lara Jean. Yang sayangnya, tidak selesai di buku ini.

Saya sudah mendengar bahwa TATBILB itu punya buku kedua, tapi saya tidak pernah mengira bahwa kedua buku itu bersambung yang sebersambung ini. Maksudnya, saya pikir TATBILB itu seperti Harry Potter, tiap buku punya kisah sendiri tapi pada akhirnya saling merangkum. Begitu menyelesaikan novel ini bulan lalu, saya langsung mencari novel keduanya dan ternyata baru terbit akhir Mei. Duh, berapa lama saya harus menunggu? :(

Baiklah, mari akhiri sesi curhatan. Saatnya fokus pada review.

Sinopsis

Margot, kakak Lara Jean, adalah sosok yang membuat rumah keluarga Covey selalu teratur. Margot bagai ibu bagi Lara Jean dan Kitty, gadis Song paling muda. Margot selalu ada buat adik-adiknya, paling dewasa dan bijaksana, dan punya pacar bernama Josh yang sudah dianggap sebagai bagian keluarga juga. Tapi tahun ini Margot harus pergi ke Skotlandia.
“Semuanya akan berubah.”

“Sungguh, tidak ada yang akan berubah. Kita tetap gadis-gadis Song untuk selamanya, ingat?” (h. 29)
Mereka semua belum cukup terbiasa dengan rumah tanpa Margot. Lara Jean belum cukup terbiasa. Dia menabrakkan mobil Margot ketika mengendarainya. Dia tidak bisa menjadi kakak seperti seorang Margot bagi Kitty. Dia justru membuat gadis kecil itu marah besar. Oh, itu semua belum menjadi masalah paling besar. Masalah paling bersar itu justru datang belakangan.

Surat-surat cinta Lara Jean terkirim. Lima lembar surat cinta Lara Jean untuk masing-masing cowok yang pernah (atau masih) dicintainya terkirimkan!

Salah satu surat itu ditujukan untuk Josh, pacar Margot.

Sejak saat itu, segalanya tidak bisa sama lagi. Dunia Lara Jean yang selalu teratur dan monoton sekarang berputar tidak terkendali.

Kisah Persaudaraan dan Keluarga

Hal yang paling menarik dalam novel ini bagi saya adalah bagaimana mereka bertahan tanpa sosok ibu. Bagaimana hubungan persaudaraan Margot, Lara Jean, dan Kitty berkembang. Bagaimana mereka bertiga saling melengkapi di rumah. Bagaimana merea menjadi saling bergantung (khususnya bergantung pada Margot).

Selepas kepergian Margot, Lara Jean dan Kitty harus bahu-membahu mengurus rumah keluarga mereka. Mereka berdua dan sang ayah harus terus menjalani hidup seperti biasa. Mengambil alih tugas-tugas Margot, berbagi tanggung jawab bersama, dan hidup.

Menyenangkan sekali membaca kehidupan keluarga Covey selepas kepergian Margot. Bagaimana Lara Jean mengemban tanggung jawab yang dulunya dimiliki Margot. Bagaimana Kitty terlibat aktif dalam urusan rumah tangga. Bagaimana mereka masih mengadakan kegiatan keluarga bersama Margot meski terpisah jauh.

Rasanya sangat menyenangkan mengikuti kisah keluarga Lara Jean dalam TATBILB.

Peter dan Josh

Kejutan paling besar dalam novel ini terletak pada Peter. Sedari awal, nama cowok yang terdengar dalam TATBILB adalah Josh. Josh, Josh, dan Josh. Saya juga menyukai Josh seperti keluarga Covey menyukai Josh.

Lalu, munculnya Peter. Peter muncul pertama kali ketika Lara Jean menabrakkan mobil Margot. Peter muncul lagi ketika surat-surat Lara Jean terkirim. Peter adalah salah satu cowok yang sempat disukai Lara Jean—bahkan Peter adalah ciuman pertama Lara Jean. Sejak saat itu, sosok Peter semakin sering muncul dalam hidup Lara Jean.

Setelah Josh  yang menjadi menyebalkan setelah menerima surat Lara Jean, saya langsung jatuh cinta pada Peter. Oke, Peter itu tergolong sombong, sedikit seenaknya, dan penuh percaya diri. Tapi dia punya sisi-sisi manis begitu kita membaca TATBILB semakin jauh.

Dan pada akhirnya saya tidak bisa tidak mencintai Peter. Seperti Lara Jean yang perlahan juga mencintainya.

Peter jugalah yang mendorong Lara Jean keluar dari ketakutannya. Selama ini Lara Jean tidak pernah sekali pun berani mengungkapkan perasaannya. Gadis itu cukup puas dengan menuliskan surat-surat. Pertemuannya dengan Peter membuat Lara Jean berhasil melangkah.
“Kau lebih suka mengarang versi fantasi seseorang di kepalamu daripada bersama dengan seseorang yang nyata.” (h. 332)
TATBILB adalah novel YA kontemporer yang sangat menyenangkan. Dengan permasalahan khas remaja yang diangkat, persoalan keluarga, dan hal-hal cewek. Saya sangat menikmati TATBILB dan sangat menantikan kelanjutannya. *berdoa semoga segera terbit*

Saya merekomendasikan novel ini bagi siapa pun yang menikmati YA. TATBILB adalah salah satu YA yang wajib dibaca. :)
Older Posts Home

Wardah


Penikmat es krim dan pecandu kebahagiaan. Senang menyusun buku berdasar warna, mengumpulkan kertas-kertas bekas, dan menatap langit-langit kamar. Sejak kecil bercita-cita menjadi penulis fantasi, yang sayangnya belum kesampaian.

Kenal Lebih Dekat

Anggota

Anggota
BBI 1502274

Kategori

  • Buku 96
  • Freebies 2
  • Giveaway 11
  • Journal 3
  • Tips 8

Copyright © 2016 missfioree. Created by OddThemes & Free Wordpress Themes 2018