Gadis, seorang perempuan kampung Minangkabau, Sumatera Barat. Selepas kematian orang tuanya, dia dibesarkan Cakni seperti anaknya sendiri. Sekarang waktunya Gadis untuk menentukan masa depan hidupnya sendiri, juga masa depan anak-anaknya. Sesuai dengan budaya matrilineal Minangkabau.
Kisah Kehidupan Gadis
Ketika membaca blurb di bagian belakang, saya sebenarnya bingung. Pertama karena tertulis Gadis harus menantang kehidupan yang berat dan kedua karena ada anak-anak Gadis. Begitu mulai membaca, kita akan disuguhkan kisah Gadis yang diajak merantau ke kota Bersama Nilam, anak Cakni. Lha, terus anak-anak Gadis mana?
Ternyata novel ini berkisah kehidupan Gadis dengan lengkap. Dimulai dari masa remaja Gadis yang harus menentukan kehidupannya apakah mengikuti Nilam ke kota atau tinggal di rumah batu peninggalan kedua oranng tuanya. Sampai kehidupan Gadis selepas menikah dan memiliki anak hingga cucu.
Untuk novel dengan rentang cerita yang panjang, Perempuan Batih ini ditulis dengan cepat. Sejujurnya saya sedikit kebingungan mengikuti gaya penceritaan penulis yang cepat dan gaya bahasanya yang sangat lokal (meski saya tidak benar-benar tahu soal budaya Minangkabau juga). Novel ini bukan hanya menjadikan Minangkabau sebagai latar, tetapi memang menghidupkan Minangkabau dalam kisahnya.
Masyarakat Matrilineal dan Laki-Laki
Terlepas dari itu semua, soal masyarakat matrilineal Minangkabau ini sangat membuat saya penasaran. Saya baru tahu bahwa masyarakat Minangkabau adalah masyarakat matrilineal terbesar di dunia.
Jadi, matrilineal ini mengambil garis keturunan dari garis keturunan ibu dan perempuan memiliki derajat yang lebih tinggi ketimbang laki-laki. Perempaun di Minangkabau memiliki keunikan dan keistimewaannya. Alhasil saya jadi penasaran bagaimana kedudukan perempuan dan laki-laki di Minangkabau.
Namun, ketika membaca Perempuan Batih ini saya mengambil kesimpulan bahwa meskipun perempuan dikatakan memiliki derajat lebih tinggi, nyatanya laki-laki yang hadir di sekitar Gadis tetaplah sosok-sosok yang (maaf) brengsek. Mulai dari suami Gadis, supir kendaraan umum, tetangga, sampai anaknya.
"Laki-laki dipegang bukan karena kata-katanya, melainan dari apa yang diperbuat." (h. 34)Gadis ini semacam punya nasib buruk jika berkenaan dengan laki-laki. Dan nasib buruk ini tiada habisnya sedari dia remaja sampai sudah beranak-cucu. Dan hebatnya, Gadis ini sabarnya luar biasa. Bahkan ketika rumah batu (maksudnya rumah gadang yang sangat penting bagi perempuan Minangkabau) milik Gadis ini sampai harus digadaikan, Gadis pun masih sangat berbesar hati.
Terakhir
Perempuan Batih ini menyajikan kisah Minangkabau yang sebelumnya tidak pernah saya ketahui. Selain soal matrilineal, rumah batu, juga aneka budaya yang tak pernah saya tahu. Semua ditulis dengan citarasa lokal. Sayangnya, cerita ditulis terlalu cepat. Beberapa bagian pun harus saya baca beberapa kali agar benar-benar paham alur ceritanya.
Terlepas dari itu, Perempuan Batih adalah novel lokal yang menambah wawasan!
Bukan kematian yang membuat Gadis berduka. Kesedihan karena ditinggal oleh orang-orang yang tetap ada, sungguh tak terperi. (h. 199)
Informasi Buku:
Judul: Perempuan Batih
Penulis: A.R. Rizal
Penerbit: Laksana
Tebal: 260 halaman

GIVEAWAY
Nah, sekarang saatnya untuk giveaway! Bakal ada SATU pemenang yang bisa mendapatkan novel Perempuan Batih gratis! Syaratnya mudah banget, kamu cukup memenuhi hal-hal berikut ini:
- Follow blog ini, boleh via email atau akun blogger (tulis di komentar ya follow via apa dengan nama apa
- Follow twitter @divapress01 dan @laksana_fiction, atau like FB “Penerbit DIVA Press
- Follow twitter @missfiore_ atau instagram @missfioree
- Bagikan informasi giveaway ini di media sosialmu, jangan lupa mention saya
- Tinggalkan komentar di postingan ini berupa nama, domisili, akun twitter/instagram kamu, follow blog via apa, dan jawaban:"Apa pendapatmu soal budaya matrilineal ini?"
- Berdomisili Indonesia dan berusia minimal 18 tahun (atau diizinkan orang tua untuk berbagi alamat dan data diri)
- Giveaway berlangsung selama 7 hari, dari tanggal 19-25 Agustus, tetapi karena saya terlambat mengunggah saya perpanjang sampai 27 Agustus. Pengumuman satu hari setelah periode berakhir.
[UPDATE]
Selamat untuk Dedik A (twitter @ardeto_khan)! Pemenang akan saya hubungi!
Untuk yang belum beruntung, jangan khawatir, bisa dikutin keseruannya di nuralmarwah.com dan buku.dibaca.in juga!









