missfioree
Powered by Blogger.
  • Home
  • Kerja Sama
  • Buku
  • Tips
Naya belum lama ini diangkat jadi kitchen assistant di The Golden Dish. Impiannya menjadi chef rasanya semakin dekat. Namun, bagaimana nasib Naya jika bos barunya, Nando, ternyata adalah lelaki yang ditamparnya di KRL beberapa waktu lalu? Akahkah Naya bisa meraih mimpinya?

Menyoal Karakter Utama

Special Order ditulis dalam bab-bab yang pendek. Setiap bab berisi satu adegan gitu, jadi ketika membaca novel ini tidak terasa tahu-tahu sudah separuh, tahu-tahu bukunya sudah habis. Terus karena gaya menulisnya pun asik dan lugas, Special Order makin terasa menyenangkan untuk dibaca.

Nah, satu hal paling menarik ketika membaca di awal adalah interaksi Naya dan Nando. Bisa dibilang novel ini membawa trope enemy to lover. Kesalahpahaman membuat Naya skeptis pada bos barunya, Nando. Belum lagi karakter mereka yang berbeda, mereka jadi sering cek-cok. Saya sangat menikmati bagaimana Naya dan Nando berinteraksi ... di separuh awal buku.

Sayangnya, semakin ke belakang, karakter Naya ini semakin menyebalkan. Dia digambarkan pekerja keras dan tekun, tapi kenapa dia senantiasa berbuat kesalahan? Belum lagi dia dengan sadar menggunakan sepatu yang tidak sesuai standar kerja karena percaya bakal bikin beruntung. Benar sekali alasannnya itu Saudara-saudara. Kesalahan Naya yang ini disebabkan oleh dirinya sendiri yang bersikap bodoh, alih-alih dirinya yang memang ceroboh.

Terus, Naya ini semakin lama juga semakin ... menyedihkan. Dia terlalu sering mengatakan dirinya kekurangan dan yatim-piatu. Dan hubungannya dengan Nando lama-kelamaan terlalu menunjukkan Nando lebih superior (bos Naya, lebih hebat sebagai chef, dan tentunya bukan yang menyebabkan Naya jadi makin ceroboh). Hilang sudahlah trope enemy to lover yang saya rasakan di bab-bab awal.

Nando sendiri ... menyebalkan. Cara bicara Nando itu nyelekit dan menyakitkan hati. Terlepas dari dia chef berbakat, sahabat pemilik restauran, dan kabarnya ganteng, saya tidak bisa bersimpati padanya. Nando terlalu suka ngomel, ngomong nyelekit, dan cemburuan nggak jelas.

Sayang banget padahal di bab-bab awal kedua karakter ini yang membuat saya menikmati Special Order. :(

Impian Naya dan Dapur Restoran

Selain karakter utama yang tidak membuat saya simpati, ada banyak karakter pendukung. Saking banyaknya, mereka tidak diberikan ruang untuk berkembang dan tereksplorasi. Lebih lagi ada karakter yang muncul sangat jauuuh di belakang. Rasanya beneran seperti versi Wattpad gitu. Pengemeasannya kurang memuaskan.

Beberapa fakta juga tahu-tahu terasa tidak signifikan, seperti Naya yang ketemu Nando di KRL tapi semakin belakang keduanya nggak pernah lagi pakai KRL. Atau soal Ayah Nando yang ternyata membawa konflik penting tapi muncul sangaaaat akhir.

Untungnya novel ini membawa perihal 'impian Naya' dengan cukup konsisten. Naya menujukkan bahwa kegigihan bisa membawanya ke dunia kuliner.
"Aku nggak nyesel karena nurut sama orang tua, Tuhan punya cara sendiri buat mewujudkan impian aku." (hlm. 234)
Terus saya menikmati banget dinamika dalam dapur restoran yang disajikan. Meski ada beberapa hal yang terasa janggal, saya menikmati seluruh kru dapur The Golden Dish ketika adegan tengah berlangsung di restoran. Penulis juga menjabarkan dengan cukup detail dan menjelaskan dengan cukup lengkap soal seluruh bagian dapur, jadi pembaca mendapat gambaran yang jelas.

Dan geng Teletubbies, para chef lain di The Golden Dish, cukup sukses membuat Special Order asik dinikmati. Mereka membuat meriah kisah Naya dan Nando.

Penutup

Secara keseluruhan, Secara keseluruhan, novel ini tergolong cepat saya baca. Kisahnya ditulis dengan lugas dan setiap bab itu pendek. Kovernya cantik banget dan bab-bab awalnya asik untuk dibaca.

Seandainya saja beberapa bagian plot lebih diperhatikan dan karakter Naya dibuat lebih kuat, saya bakal lebih menikmati.

Selamat membaca!

Informasi Buku
Judul: Special Order
Penulis: Alifiana Nufi
Penerbit: Gramedia Pustama Utama
Tebal: 272 halaman
Genre: Romance
"Karena pasangan itu adalah dua orang berbeda, yang punya kekurangan dan kelebihan masing-masing. Nggak ada yang sempurna. Tapi, kompromi yang akan menyempurnakan." (h. 60-61)
Take Me For Granted berkisah soal Ellya yang mendadak dilamar kekasihnya, Fathan. Mereka sudah bersama tujuh tahun dan hubungan mereka bukan sekadarnya. Tentunya pernikahan harusnya mudah terjadi kan?

Sayangnya, tidak semudah itu.

Hantu Masa Lalu

Sedari awal membaca Take Me For Granted, saya sudah sangat penasaran dengan alasan Ellya menolak lamaran Fathan. Kenapa?

Padahal sepanjang membaca cerita, saya bisa merasakan bahwa hubungan Ellya dan Fatha memang mengarah kepada hal yang lebih serius. Usia mereka pun sudah memasuki usia siap menikah, jadi tentunya tidak heran jika hubungan mereka dibawa ke arah pernikahan.

Nah, jawaban ini bisa ditemukan sepanjang cerita. Take Me For Granted ini dituturkan dalam alur maju-mudur. Nggak sekali dua kali pembaca diajak untuk mengingat hubungan Ellya dan Fathan bertahun-tahun sebelumnya. Mulai dari pertemuan pertama mereka, kencan yang berkesan, kenangan-kenangan manis keduanya. Buku ini jadi terasa sangat sweet dan romantis.

Nah, sayangnya, di antara alur maju-mundur ini, hantu masa lalu yang seharusnya menekankan alasan Ellya tidak mengiyakan lamaran Fathan itu terlalu sedikit muncul. Hantu itu hanya muncul sesekali, sedikit, dan kurang memancarkan aura tragis/traumatis yang layak membuat Ellya merasa sebegitu gamang.

Seandainya si hantu masa lalu ini dieksplorasi lebih, diperdalam, dan ditulis lebih banyak, Take Me For Granted akan menjadi lebih memuaskan. Pembaca akan diajak merasakan ketakutan Ellya, bukan hanya hubungan manis Ellya dan Fathan.

Tentang Pernikahan dan Karakter Pendukung

Tema utama yang diangkat buku ini soal pernikahan. Soal Ellya yang harus menghadapi masa lalunya dan lamaran Fathan. Nah, selepas lamaran itu, hubungan Ellya dan Fathan dipenuhi ombak. Ada saja yang terjadi, tentunya selain soal hantu masa lalu Ellya.

Namun, tentunya pernikahan memang tidak sesederhana itu kan?
"Masalahnya, nikah itu bukan sesuatu yang main-main. Bukan soal umur lo sudah cukup, penghasilan lo cukup, apalagi menurut orang-orang sudah waktunya nikah. Nggak, pernikahan nggak seremeh itu." (h. 190)
Sepakat banget sama kutipan dari Ellya yang satu ini. Seandainya saja pun bagian Ellya memikirkan pernikahan dibuat lebih mendalam, Take Me For Granted nggak bakal terasa lebih banyak soal yang manis-manis aja. Bukannya nggak suka sih, cuma kadar hubungan manis Fathan-Ellya ini sudah melewati standar saya. Habis hidup kan nggak selalu bahagia aja.
"Nggak ada kebahagiaan tanpa kesedihan." (h. 168)
Selain konflik Fathan dan Ellya, ada juga subkonflik lain dengan karakter-karakter pendukung. Sebenarnya, karakter pendukung di buku ini ada banyak. Saya coba tulis satu-satu nih yang semacam mempengaruhi jalan cerita.

1. Disha. Sahabat Ellya, adik Fathan.
2. Arya. Adik Ellya.
3. Mama Ellya.
4. Bima. Sahabat Fathan.
5. Roni. Pacar Ellya.
6. Rayen. Teman kantor Ellya.
7. Karina. Mantan Fathan.
8. Cherla. Teman kantor Ellya.
9. Orang tua Fathan.
10. Dan lainnya.

Tuh banyak banget kan? Seandainya dipersempit dikit gitu, saya bakal lebih mudah untuk naksir sama karakter-karakter pendukung. Hanya Ellya dan Fathan yang cukup dieksplor. Karakter lain tuh akhirnya cuma muncul, ngasih petuah dan nasihat, lalu menghilang.

Penutup

Nah, meski demikian, bukannya buku ini nggak saya nikmati ya. Tulisannya rapi dan mengalir, lalu banyak yang quotable juga. Ditambah kovernnya cakep dan kisah Fathan-Ellya cukup ringan tapi penuh manfaat soal pernikahan.

Cocok dibaca yang butuh kisah romance manis!

Sebagai penutup, saya tulis kutipan yang menggambarkan judul buku ini:
"Karena hal-hal itu mudah, sudah biasa buat lo juga sudah diperkirakan, you take it for granted." (h. 144)
Selamat membaca!

Informasi Buku
Judul: Take Me For Granted
Penulis: Nureesh Vhalega
Penerbit: Elex Medi Komputindo
Tebal: 216 halaman
Genre: Romance


Arlin. Senang membuat bento hias lucu, meski tentu saja tidak perlu seluruh dunia tahu. Berusia hampir tiga puluh tahun. Selalu ditanya kapan menikah. Mendaftar dalam situs biro jodoh online untuk sang Mama.

Delan. Hobi merakit Gunpla (silakan googling jika kamu nggak tahu). Punya pekerjaan tetap dan sudah mapan. Sedang mencari istri (yang bisa diajak bersekongkol) di situs biro jodoh online karena desakan sang Mami.

Keduanya bertemu dan membuat perjanjian menikah: seluruh dunia tahu status suami-istri mereka tapi tidak boleh ada kontak fisik. Keluarga besar bahagia dan baik Arlin maupun Delan bisa menikmati kesenangan mereka sendiri tanpa saling usik.

Atau … benarkah demikian?
Bukankah ia dan Delan tak seharusnya saling jatuh cinta? Jadi kenapa harus ada derita? (h. 80)
Older Posts Home

Wardah


Penikmat es krim dan pecandu kebahagiaan. Senang menyusun buku berdasar warna, mengumpulkan kertas-kertas bekas, dan menatap langit-langit kamar. Sejak kecil bercita-cita menjadi penulis fantasi, yang sayangnya belum kesampaian.

Kenal Lebih Dekat

Anggota

Anggota
BBI 1502274

Kategori

  • Buku 96
  • Freebies 2
  • Giveaway 11
  • Journal 3
  • Tips 8

Copyright © 2016 missfioree. Created by OddThemes & Free Wordpress Themes 2018