
Judul: Glaze
Penulis: Windry Ramadhina
Penerbit: Roro Raya Sejahtera
Tebal: 400halaman
Penulis: Windry Ramadhina
Penerbit: Roro Raya Sejahtera
Tebal: 400halaman
Blurb
Seperti glasir di permukaan keramik, aku merasakanmu sepanjang waktu.
Mataku tak lelah menatapmu, diam-diam mengabadikan senyumanmu di benakku.
Telingaku mengenali musik dalam tawamu, membuatku selalu rindu mendengar cerita-ceritamu.
Bahkan ketika kita berjauhan, aku selalu bisa membayangkanmu duduk bersisian denganku.
Mataku tak lelah menatapmu, diam-diam mengabadikan senyumanmu di benakku.
Telingaku mengenali musik dalam tawamu, membuatku selalu rindu mendengar cerita-ceritamu.
Bahkan ketika kita berjauhan, aku selalu bisa membayangkanmu duduk bersisian denganku.
Seperti glasir di permukaan keramik, kepergianmu kini membungkusku dalam kelabu.
Ruang di pelukanku terasa kosong tanpa dirimu.
Dadaku selalu sesak karena tumpukan kesedihan mengenang cintamu.
Bahkan ketika aku ingin melupakanmu, bayanganmu datang untuk mengingatkan betapa besar kehilanganku.
Ruang di pelukanku terasa kosong tanpa dirimu.
Dadaku selalu sesak karena tumpukan kesedihan mengenang cintamu.
Bahkan ketika aku ingin melupakanmu, bayanganmu datang untuk mengingatkan betapa besar kehilanganku.
Aku menyesal telah membuatmu terluka, tapi apa dayaku?
Aku yang dulu begitu bodoh dan naif, terlambat menyadari kalau kau adalah definisi bahagiaku.
Aku yang dulu begitu bodoh dan naif, terlambat menyadari kalau kau adalah definisi bahagiaku.
Kepergian Elliot
Glaze dibuka dengan muram. Pemakaman. Tangisan.
Kalle adalah seorang pebisnis muda yang super sibuk mengurus perusahaan keluarga. Kara adalah seniman keramik yang mengenal dunia sebatas rumahnya. Sedangkan Elliot adalah seorang yang membuat keduanya bertemu.
Elliot adalah adik Kalle dan kekasih Kara. Dan Glaze dibuka dengan kematian Elliot.






