missfioree
Powered by Blogger.
  • Home
  • Kerja Sama
  • Buku
  • Tips
Jurnaling Bareng Bulan Juni
Jurnaling Bareng Bulan Juni - Terima kasih untuk antusias semua peserta yang ikutan #JurnalingBareng bulan Mei lalu. Aku nggak nyangka ada cukup banyak entri. Bahagia banget rasanya huhu.

Nah, karena ini hari terakhir bulan Mei, maka kita harus mulai move on nih ya ke bulan depan. :D

Reward Printable #JurnalingBareng Bulan Mei

Buat yang ikutan #JurnalingBareng bulan Mei atau buatmu yang memang tertarik aja mau dapat printable gratis dari aku, boleh cek post ini ya. Kamu bisa isi datamu untuk mendapatkan printable gratis. Silakan isi sebelum tanggal 28 Mei ya, karena selepas itu tautan akan tidak aktif lagi.

PS. Versi lengkap printable ini bisa kamu dapatkan dengan mendukungku di Karyakarsa.

Tema Jurnaling Bareng Bulan Juni

Untuk bulan Juni ini, kamu bisa mulai bikin jurnalmu sejak tanggal 1 Juni ya. Ini temanya:
Tanggal 1-15: tulis hal yang membuatmu khawatir untuk melegakan pikiranmu
Tanggal 16-30: bunga matahari
Masih sama seperti bulan Mei, aku coba bikin dua tema yang berbeda. Satu tema khusus untuk isinya, yang satu untuk tema spread yang kamu buat. Silakan berkreasi sesuka hatimu, ya!

Oya, untuk syarat dan ketentuan ikutan pada dasarnya masih sama, cuma ada perbedaan tagar di bulan ini supaya aku bisa gampang track jurnalmu. Jangan sampai keliru ya. :D

1. Buat jurnalmu sesuai dengan tema dan jadwal
2. Upload jurnalmu di Instagram, lengkapi dengan tagar #JurnalingBarengJuni

Hal-hal lainnya masih sama seperti bulan Mei. Aku akan shoutout di akhir pekan ke-2 dan ke-4 untuk entri #JurnalingBarengJuni ini ya. Siapa pun boleh ikutan selama akunnya tidak digembok ya. Jangan lupa ajak temanmu ikut serta juga. :)

Apakah kamu punya pertanyaan lain? Bisa tinggalkan komentar di post ini atau di post Instagram saya ya. Bisa juga DM @missfioree langsung.

Aku tunggu jurnal-jurnal cantikmu!

Jurnaling Bareng Bulan Mei - Jika kamu sampai di halaman ini, berarti kamu tahu kalau saya ingin mengadakan Jurnaling Bareng di instagram saya. Karena kolom caption Instagram terbatas, aku memutuskan untuk share di sini ya detailnya.

Apa itu Jurnaling Bareng?

Jurnaling Bareng ini agenda yang aku adakan sejak bulan Mei (yep, ini perdananya ya) di platform Instagram. Setiap bulan, akan ada 2 tema yang kita kerjakan bersama. Jadi, akan dipisah dengan pembagian seperti ini: Tanggal 1-15 dan Tanggal 16-30 (atau 31).

Agenda ini murni terselenggara dari aku pribadi ya. Tapi aku selalu terbuka jika ada yang mau ajak bekerja sama. Insyaallah agenda ini akan berlangsung berkelanjutan ya. Semoga konsisten. ❤

Tema Bulan Mei

Sekarang saatnya untuk sharing tema Jurnaling Bareng perdana ini ya.
Tanggal 1-15   : 30 Hal yang Membuatmu Bahagia 
Tanggal 16-31 : Warna Hijau
Untuk bulan ini, aku coba kasih dua tipe tema ya. Satu berkaitan dengan "isi" jurnal kita, yaitu yang di dua pekan pertama. Kamu bisa tuliskan 30 hal yang membuatmu bahagia ya. Tema kedua, yaitu warna hijau. Jadi, buatlah jurnal dengan mayoritas berisi warna hijau. Kamu bebas menuliskan apa pun ya. Suka-suka kamu.

Untuk syarat dan ketentuan ikut ini ya:

1. Upload jurnalmu di Instagram, lengkapi dengan tagar #JurnalingBareng 
2. Upload sesuai jadwal per tema ya :D

Udah, dua itu aja kok. Kamu nggak perlu tag/mention Instagam aku ya. Yang penting akunnya jangan digembok ya supaya bisa aku lihat. Aku akan share setiap dua pekan jurnal-jurnal terpilih di Instagram story-ku ya.

Apakah ada Hadiah?

Yup, aku punya hadiah kecil untuk dua jurnal yang paling aku suka. Hadiahnya berupa printable perintilan jurnal. Nanti bisa kamu cetak sendiri dan pakai. Insyaallah ini one and only ya dan setiap bulan berbeda. (Doakan aku bisa komitmen ya :"D)



View this post on Instagram

A post shared by wardah | jogja (@missfioree) on May 2, 2020 at 5:09am PDT

Apakah kamu punya pertanyaan lain? Bisa tinggalkan komentar di post ini atau di post Instagram saya ya. Bisa juga DM @missfioree langsung.

Aku tunggu jurnal-jurnal cantikmu!

Kamu mungkin juga suka:
1. Beda Journal dan Bullet Journal
2. Free Printable Bookmark: Page and Adventure
3. [Tips Bookstagram] Bikin Foto Flatlay
Beda Journal dan Bullet Journal
Beda Journal dan Bullet Journal - Buatmu yang masih asing dengan dunia journaling mungkin akan bertanya-tanya. Apa sih bedanya journal dengan bullet journal? Lalu apa lagi itu bujo? Sebenarnya apa beda di antara semua itu?

Sejujurnya aku terjun di dunia bebikinan ini belum lama sih, baru 2018 lalu. Tapi emang seseru itu makanya aku betah terus ngejurnal sampai sekarang. Nah, sekalian sekarang aku mau jelasin dikit soal journal dan bullet journal. Aku jelaskan sepemahamanku ya, silakan kalau ada yang mau menambahkan penjelasanku. :D

Apa sih Journal?

Journal biasanya berisi berbagai macam hal dan punya bentuk yang berupa-rupa juga. Intinya sih jurnal itu catatan ya, bisa catatan harian (yep, diary), catatan perjalanan, catatan pekerjaan, bahkan catatan berisi hal-hal yang disyukuri. Apa-apa yang kamu tulis bisa disebuut jurnal kok. Bahkan ada juga yang rajin membuat art journal, alias jurnal yang isinya "nyeni".

Contohnya di bawah ini aku buat jurnal berisi catatanku soal Big Bad Wolf, lengkap dengan karcis preview pass dan nota. :D




View this post on Instagram

A post shared by wardah | jogja (@missfioree) on Jan 13, 2020 at 3:33am PST

Terus kalau Bullet Journal apa?

Bullet journal merupakan sistem yang dikembangkan oleh Ryder Carroll, seorang desainer asal New York. Kalau menurutnya, bullet journal bertujuan untuk “to help you track the past, organize the present, and plan for the future". Pernah dengar planner? Konsep dasar bullet journal adalah seperti itu.

Kita mengisinya dengan hal yang ingin kita lakukan, semacam to do list. Tapi, bullet journal lebih dari itu. Kamu bisa memasukkan rencanan satu tahun, rencanan bulanan, rencana pekanan, dsb. Kamu pun bisa melengkapinya dengan tracker, seperti habit tracker atau tracker lain. Kamu bisa membuatnya khusus untuk PR sekolah atau untuk mengecek dan mendata hobimu. Bullet journal bisa kamu pakai untuk apa pun.

Meski, kalau aku sendiri lebih sering pakai untuk jadi perencanaan pekanan dan to do list pekerjaan. Sumpah, bullet journal ini sangat membantu untuk jadi lebih produktif!



View this post on Instagram

A post shared by wardah | jogja (@missfioree) on Apr 2, 2020 at 3:08am PDT

Jadi, apakah sekarang tertarik mencoba salah satunya?

Aku baru memulai 2018 dan selama 2 tahun ini aku sangat menikmati waktu yang kupakai untuk journalling. Tentu saja aku nggak serajin itu, tapi serius, ini nagih! Journal dan bullet journal bisa jadi salah satu aktivitas relaksasi dan jadi lebih menghargai hidup.

Selamat mencoba journaling!





Kamu mungkin juga suka:
Free Printable Bookmark: Page and Adventure
[Tips Bookstagram] Foto Cantik Pakai Prop Barang Sehari-hari
Keep Going - Raissa Almira: Kumpulan Puisi untuk Mencintai Diri Sendiri
Sapardi Djoko Damono, Rintik Sedu

Puisi bukan jenis bacaan yang aku suka. Habis aku sering kali bingung apa yang sebenarnya ingin disampaikan lewat puisi tersebut. Kadang juga suka kepikiran, apakah interpretasiku ini benar seperti yang diinginkan penulis?

Meski begitu, kadang kala aku masih baca puisi. Biasanya aku baca di waktu-waktu random, di halaman-halaman random juga. Terus, kadang kala, semesta itu berkonspirasi mempertemukankku dengan puisi yang "pas". Rasanya tuh ajaib banget gitu.

Kolaborasi Dua Generasi

Kalau buku Masih Ingatkah Kau Jalan Pulang ini aku baca pelan-pelan sekitar 2 pekan. Aku bacanya cukup urut sih, nggak banyak yang tahu-tahu lompat, karena satu hal: Aku penasaran tulisan mana yang ditulis oleh Pak Sapardi dan mana yang ditulis oleh Rintik Sedu.

Sebelum buku kolaborasi ini muncul, aku nggak bisa membayangkan apakah "bahasan" dua generasi pembuat puisi ini bisa sama, bisa masuk. Tapi, ternyata pas baca ini, aku merasakan kesatuan yang utuh. Aku nggak lagi menerka siapa yang menulis bait ini, karena rasanya ya seperti ditulis oleh satu orang gitu.

Masih Ingatkah Kau Jalan Pulang berisi puisi-puisi yang kental soal kepergiaan, kepulangan, waktu, dan jarak. Aku sungguh menikmati permainan kata dalam buku ini dan pemenggalan-pemenggalannya yang membuat puisi-puisinya semakin dalam.

Rintik Sedu
salah satu puisi yang aku suka
Beberapa puisi bikin aku takjub karena rasanya tuh ngena banget gitu. Apalagi di masa pandemi gini yang membuat kita nggak bisa ke mana-mana, stuck di rumah. Kayak makin syahdu, mellow, sendu.

Ada hawa-hawa tulisan Pak Sapardi, ada juga kata-kata yang terasa familiar (dengan istilah zaman kini, kayak 'oke'). Jadi, puisi di buku ini tuh berhasil hadir dengan paduan yang enak banget. Dan (seperti yang kubilang sebelumnya) dengan permainan kata yang brilian.
Masih ingatkah kau⁣
sepasang pergi dan pulang?⁣
Luasan bumi yang menatap langut⁣
bermimpi untuk pulang kembali? (h. 53)⁣
Aku belum pernah baca buku Rintik Sedu sejujurnya, jadi aku nggak tahu "gimana" tulisan dia yang sebenar-benarnya. Tapi pas aku intip Instagram-nya, aku dapat sedikit bayangan sih. Rintik Sedu ini memang sosok yang dekat dengan generasi sekarang. Sedangkan Pak Sapardi ini ya jelas-jelas sosok generasi di atasku (dan di atas Rintik Sedu).

Makanya selepas menyelesaikan buku ini, aku jadi penasaran gimana proses kreatif buku ini. Apakah mereka mengerjakan berdua? Apakah satu orang mengerjakan satu puisi lalu yang satu lagi puisi berikutnya? Ataukan mereka bergantian menulis antar bait?

Masih Ingatkah Kau Jalan Pulang

Penutup

Yang jelas, Masih Ingatkah Kau Jalan Pulang ini punya kegalauan masa kini, tapi juga aspek romantis puisi-puisi Pak Sapardi. Cocok banget dijadikan salah satu bacaan selama swakarantina gini. :D

Sebagai penutup, aku mau kasih lihat jurnal yang aku bikin terinspirasi dari buku ini.

Puisi Masih Ingatkah Kau Jalan Pulang
jurnal yang terinspirasi dari salah satu puisi
Selamat membaca!

Informasi Buku
Judul: Masih Ingatkah Kau Jalan Pulang
Penulis: Sapardi Djoko Damono & Rintik Sedu
ISBN: 978-602-06-3833-1
Jumlah Halaman: 112 Halaman
Terbit: 17 Februari 2020

Halo!

Sebagai bagian dari rencana untuk kembali produktif selama pandemi ini, aku berniat kembali aktif di blog ini. Sebenarnya sejak dulu aku sudah berencana membuat rubrik ini di blog, cuma ya namanya rencana sering terus jadi rencana. Alhamdulillah kali ini rencana ini nggak sekadar jadi rencana ya. :D

Yup, seperti judulnya, aku bakal berbagi free printable bookmark dan (insyaaallah) aktif berbagi juga di rubrik freebies. Untuk kali ini aku akan berbagi desain boookmark yang bisa kamu cetak sendiri untuk kamu pakai.

Ada tiga desain yang akan aku bagikan di printable bookmark kali ini. Ketiganya punya satu tema: page and adventure. Tema ini cocok untuk menemanimu membaca selama #dirumahaja.

Kamu bisa langusung unduh PDF yang aku sertakan di bawah lalu cetak pakai printer kesayanganmu. PDF ini sudah berukuran A4 sehingga kamu akan langsung dapat pembatas buku yang bisa langsung kamu pakai. Jangan lupa cetak di kertas yang tebal supaya awet ya.

Sebelumnya, aku harap kamu memperhatikan beberapa hal ini:
1. Free printable bookmark ini hanya boleh digunakan untuk kepentingan pribadi
2. Kamu tidak boleh mengakuinya sebagai karyamu
3. Kamu tidak boleh menyebarkan dan mengubahnya tanpa persetujuan dariku

Aku harap kamu me-refer halaman blog ini jika ada yang bertanya di mana bisa mendapatkan pembatas buku yang kamu pakai. Dengan begini, kamu membuatku semakin semangat berkarya dan berbagi. :)
penampakan bookmark
DOWNLOAD HERE: FREE PRINTABLE BOOKMARK PAGE AND ADVENTURE

Semoga kamu suka ya! Jangan lupa bagikan hasil pembatas buku yang kamu cetak di media sosial dan mention aku di twitter @missfiore_ atau Instagram @missfioree.


Terima kasih sudah mengunduh dan menggunakan karyaku!
Pernah nggak sih kita melihat orang lain merasa sedih, tapi begitu tahu alasan kesedihannya, kita bingung. Kenapa alasan "begitu" bikin sedih?

Pernah juga nggak sih lihat orang yang berusaha kelihatan nggak sedih, padahal kita tahu dia harusnya "bersedih". Tapi kenapa dia nggak bersedih?

Atau pernah nggak sih ketemu orang yang selalu kelihatan bahagia, selalu tersenyum, sampai bikin kita berpikir apakah hidupnya diisi pelangi dan bunga-bunga aja?

Kesedihan Milik Semua Orang

Tokyo dan Perayaan Kesedihan ini mengingatkan kita bahwa kesedihan itu milik semua orang. Tidak ada yang kesedihannya paling sedih, tidak ada juga kesedihan yang bisa dianggap remeh. Semua kesedihan itu ya kesedihan. Sama-sama kesedihan dan layak diperhitungkan sebagai bagian perasaan manusia.
blurb Tokyo dan Perayaan Kesedihan
Adalah Joshua yang di satu perjalanan tampil di Tokyo bertemu dengan Shira. Pertemuan mereka kayak kebetulan, tapi perjalanan seorang diri biasanya memang mengantarkan kita pada pertemuan-pertemuan. Dan pertemuan ini tanpa direncanakan menjadi sesuatu yang lebih besar dari sekadar pertemuan.

Shira ini hidup di keluarga yang menuntutnya selalu sempurna, selalu bahagia. Dia nggak terbiasa mengekspresikan dirinya tanpa tekanan orang tua atau sahabatnya. Dia melakukan perjalanan ke Tokyo untuk seorang diri, untuk merasa bebas.

Sedangkan Joshua ini tipe pemuda yang asik dan sukses, bahkan terlihat dari keluarga terpandang. Namun, dia membawa penyesalan-penyesalan di masa lalu, penyesalan yang selamanya akan jadi penyesalan.

Sejujurnya begitu baca buku ini, aku nggak menyangka bahwa kisah Joshua dan Shira akan mengarah ke sana. Aku pikir mereka hanya akan saling berkisah karena sama-sama bertemu di perjalanan seorang diri, tapi ternyata lebih dari itu. Bahkan aku pikir ini punya unsur romance yang kuat, tapi ternyata nggak juga. Ini lebih ke kisah perjumpaan dua orang yang mengubah hidup satu sama lain.

Lewat kisah Shira dan Joshua, pembaca diajak untuk menjelajah Tokyo dengan segala detailnya. Dengan suasana yang sendu, dan bercak-bercak kesedihan terserak. Pelan-pelan kita akan diajak memahami kesedihan Shira dan Joshua, kesedihan yang diam-diam kita rasakan juga, kesedihan yang bisa jadi diam-diam berusaha nggak kira rasakan.⁣
"Mungkin saya dan semua orang lain, sama-sama takut buat mengatakan kebenaran, dan sebaliknya menyampaikan apa yang mau orang lain dengar saja, ya nggak?" (h. 84)⁣
⁣Kesedihan ini pun dilengkapi dengan fotografi hitam-putih Tokyo yang diambil sendiri oleh penulis. Tokyo dan Perayaan Kesedihan jadi semakin terasa sedih, sendu, dan murung. Persis seperti kisah Shira dan Joshua yang akan semakin kita ketahui semakin jauh membaca.

salah satu ilustrasi di dalam Tokyo dan Perayaan Kesedihan
Aku suka banget sama buku ini. Tokyo dan Perayaan Kesedihan ini masuk novelet, tebalnya hanya 192 halaman, lebih lagi nggak sedikit yang diisi foto. Namun, tulisannya mengalir banget, gaya berceritanya asik, dan tokohnya gampang bikin simpati.

Meski ditulis lewat dua sudut pandang, yaitu sudut Shira dan Joshua, aku merasakan suasana yang berbeda antara kedua tokoh. Keduanya sama-sama sedih dan sendu, tapi punya jiwa yang berbeda. Aku pun suka recehan yang diselipkan di buku ini, membuat Tokyo dan Perayaan Kesedihan jadi dinamis.
⁣
Penutup

Buku ini cocok banget dinikmati sambil santai. Lewat Shira dan Joshua, pembaca akan diajak untuk menyelami kesedihan, memahami penyesalan, dan menemukan diriku sendiri. Sebagaimana dua tokoh kita, aku belajar bahwa kesedihan tiap orang berbeda dan nggak ada yang lebih sepele antara satu sama lain.⁣ Dan setiap orang punya cara "merayakan" kesedihannya.
"Semua orang dulu juga mengganggapku bemulut besar. Kalian semua menganggap kami main-main, sampai kami sungguhan melakukannya, kan?" (h. 173)⁣
Selamat membaca! Selamat merayakan kesedihan
Newer Posts Older Posts Home

Wardah


Penikmat es krim dan pecandu kebahagiaan. Senang menyusun buku berdasar warna, mengumpulkan kertas-kertas bekas, dan menatap langit-langit kamar. Sejak kecil bercita-cita menjadi penulis fantasi, yang sayangnya belum kesampaian.

Kenal Lebih Dekat

Anggota

Anggota
BBI 1502274

Kategori

  • Buku 96
  • Freebies 2
  • Giveaway 11
  • Journal 3
  • Tips 8

Copyright © 2016 missfioree. Created by OddThemes & Free Wordpress Themes 2018